Suara.com - Setiap orang pernah mengalami perasaan tidak nyaman di tenggorokan, sakit ketika menelan, bibir pecah-pecah, perih di bagian mulut, hingga bau mulut tak sedap. Kondisi-kondisi tersebut memang bukan penyakit serius, tapi bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit.
Banyak orang menyebut, ketidaknyamanan di sekitar mulut dan tenggorokan seperti yang disebutkan tadi merupakan panas dalam. Di dalam dunia medis, istilah panas dalam tidak dikenal, tapi sekali lagi, kondisi-kondisi itu bisa menjadi gejala sakit bila tidak ditangani dengan cepat.
Walaupun tidak dikenal secara medis, berbagai penelitian telah dilakukan sehubungan dengan “panas dalam”. Kondisi ini muncul ketika tubuh mengalami peradangan.
Jika dikaitkan dengan gejala penyakit, umumnya penyakit yang timbul setelah panas dalam, misalnya infeksi saluran napas bagian atas (ISPA), iritasi tenggorokan akibat mengonsumsi makanan yang terlalu panas, atau sebagai akibat naiknya asam lambung ke tenggorokan.
Apa yang bisa dilakukan saat muncul panas dalam?
Ketika Anda mulai merasakan ketidaknyamanan di sekitar tenggorokan dan mulut, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menguranginya. Konsumsilah vitamin untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan kuman.
Demi mencegah infeksi memburuk, sebaiknya Anda istirahat lebih banyak dan makan dengan menu gizi seimbang. Sup hangat, es krim, buah manggis, dan semangka dapat membantu meredakan gejala panas dalam.
Menurut dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, dari KlikDokter, radang tenggorokan seringkali disebabkan karena infeksi virus. Makanan dingin bukanlah penyebab radang semakin parah, bahkan untuk mengatasinya, dr. Karin menyarankan konsumsi es krim.
“Es krim dengan kandungan buah segar dan gula yang sedikit bisa dikonsumsi. Selain terbuat dari air dan susu yang dipercaya mampu mengatasi masalah dehidrasi, es krim juga bisa menyejukkan tenggorokan karena bersifat dingin,” katanya.
Hindari paparan asap dan asap kendaraan, agar tidak memperparah sakit tenggorokan. Gunakan masker bila perlu untuk melindungi saluran pernapasan Anda.
Baca Juga: Cuma 30 Detik, Ini Cara Mendapatkan Bibir Smooth dan Terhidrasi
Bagi Anda yang memiliki gangguan asam lambung, hindari stres, rokok, dan minuman beralkohol, serta makanan dan minuman lain yang memungkinkan munculnya panas dalam terkait refluks asam lambung.
Satu lagi yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan di tenggorokan dan mulut, yaitu banyak minum air putih. Anda bisa juga mencampur air putih hangat dengan madu untuk membuat tenggorokan menjadi lebih nyaman.
Pilih Produk Herbal
Untuk mempercepat penyembuhan, selain melakukan saran-saran di atas, Anda juga bisa mengonsumsi bahan-bahan alami atau herbal. Saat ini tersedia sejumlah produk yang berasal dari sumber natural, yang diproses dengan mesin berteknologi mutakhir.
Lasegar menggunakan bahan-bahan alami yang diracik dari resep tradisional khas Indonesia. Produk ini tersedia dalam kemasan botol, kaleng dan sachet.
Selain mencegah panas dalam, sariawan, bibir pecah-pecah, sakit tenggorokan hingga susah buang air besar, Lasegar juga menyegarkan badan.
Lasegar merupakan salah satu merek asli Indonesia, yang diproduksi oleh PT. Sinde Budi Sentosa. Sejak awal, perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan produk terbaik, khususnya pada kategori minuman sehat.
Seiring meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan saat ini, mengkonsumsi Lasegar dalam konsumsi sehari-hari akan membantu menjaga kesehatan tubuh.
Lasegar minuman penyegar dari PT. Sinde Budi Sentosa pernah beberapa penghargaan, yaitu "Indonesia Original Brands", yang diserahkan oleh Majalah Swa pada 4 Agustus 2011 di Hotel Shangrila Jakarta. Penghargaan lainnya, "Top Brand Award" dari Frontier Consulting Grop pada 8 Agustus 2011, di Hotel Mulia Jakarta.
Produk ini tersedia di modern outlet dan traditional outlet Indonesia, dari Sabang di ujung barat Indonesia hingga Merauke di bagian paling timur.
Pereda panas dalam ini sudah diekspor pula keluar negeri, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura, China, Hong Kong, Timur Tengah, Korea Selatan, Arab Saudi, Nigeria, dan Belgia.
Berita Terkait
-
Alami Panas Dalam Usai Lebaran, Ini Cara Cepat Mengatasinya
-
Cuma 30 Detik, Ini Cara Mendapatkan Bibir Smooth dan Terhidrasi
-
5 Cara Mengatasi Bibir Pecah-pecah Hingga Berdarah
-
Musim Dingin Ekstrem, Ini 5 Cara Merawat Bibir Kering dan Pecah-Pecah
-
Jangan Cuma Pakai Lipstick, Ini Cara Atasi Bibir Pecah-pecah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim