Suara.com - Peningkatan toleransi dalam berkeluarga penting untuk mencegah konflik rumah tangga dan perceraian.
Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, salah satu caranya adalah dengan mendorong penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berkeluarga.
"Betapa kita sedih ketika di dalam keluarga tidak ada toleransi, sehingga permasalahan dipakai sebagai dasar perceraian," kata Hasto Wardoyo dikutip dari ANTARA.
Dalam paparannya, Hasto menampilkan data yang diolah dari Statistik Indonesia 2016, 2017, 2019. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perceraian yang signifikan pada tahun 2017 menuju 2018, yakni dari 374.516 perceraian pada 2017, menjadi 408.202 perceraian pada 2018.
Selain itu, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Aco Nur juga mengatakan bahwa terdapat peningkatan kasus perceraian di masa pandemi COVID-19.
Bagi Hasto, jumlah perceraian di Indonesia dapat ditekan dengan cara meningkatkan toleransi antara setiap anggota keluarga, khususnya suami dan istri.
Hasto berpendapat bahwa jika suami dan istri saling memberi toleransi atas kekurangan masing-masing, kemudian melakukan musyawarah dan bermufakat untuk membangun suatu rumah tangga, maka jumlah perceraian di Indonesia dapat mengalami penurunan.
"Jika mengamalkan nilai-nilai Pancasila di rumah tangga, tentu perceraian tidak akan banyak," tutur dia.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 dan pesatnya kemajuan teknologi merupakan tantangan bagi Pancasila untuk dapat hadir di tengah-tengah keluarga dan menyelesaikan berbagai masalah.
Baca Juga: Mengenal Pengertian Dasar Negara dan Fungsi Pancasila
Kemajuan teknologi mengakibatkan masing-masing anggota keluarga semakin individualistik dan menghilangkan budaya gotong royong. Selain itu, kemajuan teknologi juga meningkatkan hedonisme dan memunculkan kapitalisme baru.
"Itu semua merupakan bagian dari penyimpangan-penyimpangan yang, kalau menurut saya, harus kita bersama-sama mengkalibrasi, supaya kita kembali ke nilai-nilai Pancasila yang menyejukkan di dalam kehidupan keluarga," ujar Hasto. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang
-
Usulan Pejabat Makan MBG: Ujian Kesetaraan dan Nyali Pemerintah Terapkan Sila Kelima
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Bukan Indonesia, Negara Ini Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan
-
Bertabur Visual! Kenalan dengan 4 Cowok Idaman yang Rebutan Hati Roh Jeong Eui di Crushology 101
-
Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Gus Yahya Klaim PBNU Tak Lagi Kejar Politik Elektoral, Kini Fokus Kawal Nilai
-
Meski Pendapatan Naik, Tapi Rugi WIKA Masih Rp1,48 Triliun
-
Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD
-
Prabowo Kembali ke Jombang, Hadiri Penutupan Muktamar NU ke-35
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram
-
Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC