- Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.754 per dolar AS pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh sikap hawkish The Fed serta eskalasi konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah.
- Kondisi tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan tingkat pelemahan paling lemah di kawasan Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah meloyo pada awal perdagangan, Senin, 31 Agustus 2026. Bahkan, mata uang Garuda paling lemah se-Asia saat pembukaan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 17.754 per dolar AS, melemah 61 poin atau turun 0,31 persen pada hari sebelumnya yang ada di Rp17.693 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah melemah disebabkan oleh sikap hawkish Federal Reserve (The Fed). Sikap itu menandakan bahwa suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama atau higher for longer masih berlanjut
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound tajam menyusul pidato hawkish dari kepala the Fed Warsh serta geopolitik di Timur Tengah yang kembali tereskalasi oleh serangan AS terhadap Iran. Rupiah bergerak di level Rp17.650-Rp17.850," katanya saat dihubungi Suara.com.
Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia cenderung bervariasi. Ringgit Malaysia berada satu level lebih baik dari rupiah setelah terkoreksi 0,20 persen.
Selanjutnya, baht Thailand tertekan 0,13% dan dolar Taiwan turun 0,06 persen. Diikuti, peso Filipina yang melemah tipis 0,03 persen. Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,16 persen terhadap the greenback.
Berikutnya ada yuan China dan won Korea Selatan yang sama-sama menanjak 0,07 persen. Lalu, dolar Singapura naik 0,05 persen. Kemudian, dolar Hong Kong melemah tipis 0,004 persen pada perdagangan pagi ini.