Suara.com - Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Perubahan besar nan drastis masih terjadi di berbagai lini kehidupan. Sebut saja, kebijakan beraktivitas di rumah yang sempat membuat masyarakat terputus dari kehidupan sosial. Belum lagi, keharusan isolasi baik di rumah pun di rumah sakit kala seseorang terpapar virus Covid-19. Bisa jadi perubahan-perubahan yang ada mungkin mengancam psikologis seseorang.
Sebuah survei yang dilakukan Into The Light dan Change.org menunjukkan 98 persen orang Indonesia merasa kesepian dalam satu bulan terakhir. Studi lain menyebutkan bahwa mereka yang sering merasakan kesepian lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berselancar di media sosial.
Penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube dan jenis media sosial lainnya sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Bahkan, penggunaanya selalu bertambah setiap harinya. Ini lantaran media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, seperti bisa memperoleh informasi baru, memudahkan berkomunikasi dalam jarak jauh, serta bisa menjadi sarana hiburan.
Namun, di balik itu, media sosial juga dapat memberikan dampak buruk bagi penggunanya. Sebab, di media sosial, kita bebas mengunggah konten apapun. Seperti jalan-jalan bersama pasangan, menampilkan keelokan bentuk tubuh hingga menggunakan barang-barang mewah yang tanpa disadari hal tersebut menimbulkan rasa iri pada sebagian pengguna media sosial. Padahal, apa yang orang lain unggah di media sosial tidak selalu menggambarkan kehidupan mereka yang sebenarnya.
Berikut dampak buruk kecanduan media sosial:
1. Membandingkan Bentuk Tubuh
Dampak negatif media sosial yang pertama adalah membandingkan bentuk tubuh kita dengan orang lain. Melansir Halodoc, di media sosial kita bebas untuk memposting konten visual apapun. Ditambah lagi ada berbagai macam filter atau effect yang bisa dipakai untuk membuat potret kita lebih menarik.
Ironisnya, kita sering membandingkan bentuk tubuh kita dengan pengguna media sosial lainnya. Tak jarang, sikap membandingkan diri dengan orang lain mengubah gaya hidup pengguna media sosial lainnya, seperti diet yang berlebihan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.
2. Fear of Missing Out (FOMO)
Dampak negatif media sosial yang kedua adalah kemunculan fenomena fear of missing out atau FOMO. Melansir Merdeka.com, FOMO merupakan kekhawatiran yang dialami seseorang bahwa orang lain sedang melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan daripada atau tanpa dirinya, di mana perasaan tersebut dipicu oleh pembaharuan aktivitas orang lain melalui media sosial.
Selain itu, sebuah survei telah dilakukan terhadap 900 partisipan di Singapura dan Amerika untuk mengetahui sikap mereka terhadap penggunaan media sosial. Hasilnya 684 partisipan menyatakan bahwa mereka merasa tertinggal ketika tidak memeriksa akun media sosial. Hal ini berarti 72% partisipan mengalami FOMO sebagai akibat dari penggunaan media sosial. Lebih jauh lagi, remaja merupakan kelompok usia yang paling banyak mengalami FOMO yakni mencapai 65%.
FOMO dapat memaksa Anda untuk memeriksa gadget setiap beberapa menit sekali untuk memeriksa notifikasi terbaru, atau secara kompulsif menanggapi setiap hal yang lewat di timeline sosial media Anda. Bahkan jika hal itu berarti memiliki risiko berbahaya seperti bermain twitter saat mengemudi, melewatkan tidur di malam hari untuk terus online, atau memprioritaskan interaksi media sosial atas hubungan dunia nyata.
Baca Juga: Terlihat Bahagia dan Banyak Teman, tapi Tetap Kesepian, Ini Penyebabnya!
3. Kurang Bahagia hingga Berujung Depresi
Dampak ketiga dari menggunakan media sosial adalah depresi. Seperti yang telah diketahui bahwa penggunaan media sosial saat ini telah menyebar ke seluruh bagian kehidupan manusia, bahkan hingga ranah paling pribadi sekalipun. Media sosial memungkinkan seseorang dengan mudah mendapatkan kesempatan untuk memberi sekaligus menerima informasi, dalam hal ini informasi mengenai aktivitas sehari-hari. Oleh karena kesempatan untuk mendapatkan informasi jauh lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini membuat penggunanya mengetahui apa yang tidak seharusnya mereka ketahui.
Hasil penelitian menemukan bahwa mereka yang menggunakan media sosial secara berlebihan, misalnya sesaat setelah bangun tidur, saat makan, bahkan saat berkendara sering mengalami kurang bahagia. Hal ini mempengaruhi Kesehatan fisik, mengganggu tidur, sehingga bisa berdampak terhadap produktivitas harian kita.Media sosial memang menjadi bagian hidup kita, namun jangan sampai hal tersebut membelenggu kehidupan kita di dunia nyata. Yuk jadi #MakinCakapDigital, tetap gunakan media sosial secara bijak dan tetap manfaatkan secara positif.
Berita Terkait
-
Kamu Harus Waspada dengan 5 Penyalahgunaan Media Sosial Ini
-
5 Alasan Pasangan Tidak Mengumbar Hubungan Asmara di Media Sosial, Kamu Termasuk?
-
6 Manfaat Rehat Sejanak dari Media Sosial, Membuat Hati Menjadi Tenang!
-
5 Ide Bisnis Tanpa Modal yang Bisa Dilakukan dari Rumah
-
5 Cara Agar Jualan Online di Instagram Laris Manis, Pakai Cara Ini
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
7 Bedak Anti Geser untuk Pengendara Motor, Tahan Lama Seharian
-
10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
-
Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya
-
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Pencegahannya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun