Suara.com - Jika biji kopi dapat dimanfaatkan manusia untuk diseduh lalu diminum, ampas kopi ternyata juga bisa digunakan untuk merawat tanaman. Apa saja manfaat ampas kopi untuk tanaman yang mungkin masih jarang diketahui?
Tingginya kadar fosfor, magnesium, potasium, dan tembaga pada ampas kopi bakal menjadi nutrisi yang baik untuk tanah. Dengan kualitas tanah yang bagus, tentu saja tanaman bisa tumbuh lebih baik.
Dilansir dari laman espiritu santo coffee tour dan plant care today, berikut 7 manfaat ampas kopi untuk tanaman.
1. Meningkatkan Kandungan Nitrogen
Salah satu manfaat ampas kopi untuk tanaman adalah meningkatkan kandungan nitrogen pada tanah. Dengan begitu, tanaman akan lebih mudah tumbuh, berbunga, dan kemudian berbuah. Khasiat ini diperoleh saat proses pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi.
Ampas kopi juga dikenal cukup ampuh mengusir berbagai hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, seperti siput.
Siput akan kesulitan untuk berjalan di atas ampas kopi. Oleh sebab itu, coba taburkan secara melingkar ampas kopi di area tanaman hias.
3. Pakan bagi Cacing Tanah
Baca Juga: Viral Keramas Pakai Kopi, Ini 5 Kesalahan yang Wajib Dihindari agar Rambut Tidak Rusak
Cacing tanah merupakan salah satu hewan yang baik untuk membantu terbentuknya humus pada tanah sebagai pemicu kesuburan tanah. Dengan memberi ampas kopi, cacing tanah dapat menjadikannya sebagai nutrisi tambahan.
4. Ampas Kopi sebagai Pupuk Cair
Manfaat ampas kopi untuk tanaman berikutnya adalah dijadikan pupuk. Ya, ampas kopi atau bubuk kopi rupanya juga dapat diubah menjadi pupuk cair yang baik untuk pertumbuhan tanaman.
Caranya, campurkan bubuk kopi dengan air, biarkan meresap semalaman, kemudian oleskan pupuk kopi cair ke bagian batang dan daun menggunakan sprayer.
5. Ampas Kopi sebagai Mulsa
Manfaat ampas kopi selanjutnya adalah menjadi mulsa tanah yang baik, terutama untuk tanaman yang menyukai tanah asam. Beberapa tanaman yang akan menyukai bubuk kopi adalah Azalea, Rhododendron, paprika, lobak, terong, dan masih banyak lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa