Suara.com - Ditemukannya virus corona varian omicron dikhawatirkan memunculkan lonjakan kasus Covid-19 setelah tahun baru 2020. Oleh sebab itu pelaku industri hotel meminta pemerintah untuk memperketat protokol kesehatan mencegah lonjakan kasus Covid-19.
Apalagi menurut General Manager The Tribrata, Ferri Irawan saat ini ia melihat beberapa protokol kesehatan di ruang publik sudah terlihat kendor.
"Kami berharap pemerintah bisa benar-benar tegas, karena kami melihat di beberapa tempat kita agak kendor sih, patroli agak sedikit berkurang," ujar Ferri saat ditemui suara.com di Kawasan The Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Ferri mengatakan pengetatan ini sangat penting agar pelaku industri perhotelan yang kerap mengadakan event atau menerima tamu hotel secara rombongan, dan sudah dijadwalkan dari jauh-jauh hari.
Mirisnya, kata Ferri apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19, event dan para tamu khawatir dibatalkan, sehingga bisa merugikan industri hotel.
" Jadi kalau ada lonjakan itu, kami berasa sekali impactnya tamu tuh benar-benar khawatir, yang artinya efek secara bisnis sangat luas," ungkap Ferri.
Bahkan menurut Ferri, pihaknya rela untuk menunda sementara atau menghentikan sementara produktivitas selama dua minggu di masa tahun baru, agar kasus Covid-19 benar-benar terkendali.
"Jadi tegas sekalian, kita mendingan nunggu deh break 2 minggu nggak apa-apa tuh, kita dari tanggal 25 Desember sampai 6 Januari kita agak break sebentar, yang penting setelah itu bisa lebih lagi," tutup Ferri.
Sementera itu, mengutip data Kementerian Kesehatan per 29 Desember 2021, kasus positif Covid-19 baru bertambah 194 dari total 4,2 juta kasus sejak awal pandemi. Sedangkan kematian baru bertambah 10 orang meninggal dunia dari total 144 ribu kematian di Indonesia.
Baca Juga: Libur Natal 2021, Ribuan Orang di Kota Solo Abai dengan Protokol Kesehatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Kena Sanksi Gegara Istri, Berapa Lama Pengabdian 2n+1 Aryo Iwantoro yang Belum Diselesaikan?
-
Belajar dari Dwi Sasetyaningtyas, Bolehkah Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan?
-
Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan