Suara.com - Selain karena kehadiran orang ketiga, masalah mertua hingga ipar juga dapat menimbulkan keretakan pada rumah tangga seseorang. Salah satu contoh adalah kisah pasangan suami-istri berikut ini.
Lewat media sosial TikTok, seorang wanita membagikan kisah pernikahan dengan suami yang kandas karena campur tangan mertua.
Pada unggahannya yang viral, wanita dengan akun @zhafirahmua tersebut menjelaskan bahwa kisah cintanya tidak seperti serial Layangan Putus yang melibatkan orang ketiga.
"Aku bukan Kinan ataupun Lidya. Aku menikah dengannya karena kukira dia pria dewasa," tulis wanita ini.
Meski begitu, sikap sang suami baru terungkap setelah menikah. Setiap ada masalah, suami akan mengadu ke orangtuanya dan tidak berusaha menyelesaikannya sendiri.
"Berantem dikit suami langsung pergi ke rumah orangtuanya. Tanpa menyelesaikannya terlebih dahulu," lanjut wanita ini.
Tidak sampai di sana, wanita ini berujung ditinggalkan oleh suami saat dirinya sedang dalam usia kehamilan 7 bulan.
"Kejamnya, ketika hamil 7 bulan suamiku meninggalkanku karena hasutan mertua dan iparku," tambahnya.
Pernikahan wanita ini pun pada akhirnya hanya bertahan 8 bulan. Setelahnya, ia memutuskan untuk bercerai.
Baca Juga: Bikin Heran, Bocah Bisa Tidur di Sembarang Tempat, Warganet: Putri Tidur Sesungguhnya
Tidak hanya itu, wanita ini melahirkan hanya didampingi orangtuanya karena sang suami sudah tidak peduli dengan anaknya.
Meski begitu, wanita ini mengungkap jika perjalanan cintanya berakhir bahagia setelah ia menemukan laki-laki yang tepat.
"Dan satu tahun berlalu, Allah kirim dia yang lebih baik, yang mencintaiku dan mengasihi anakku. Doakan kami ya selalu bersama sampai ajal menjemput, amin," tutupnya.
Sejak diunggah, kisah yang dibagikan @zhafirahmua tersebut lantas sudah viral ditonton hingga 2,9 juta kali.
Selain itu, wanita ini mengonfirmasi bahwa pasangan dalam video bukanlah dirinya. Namun, kisah yang dibagikan tersebut adalah kisah nyatanya.
"Pada akhirnya laki-laki yang dicari bukan yang ganteng lagi kalau untuk jadiin suami, yaitu laki-laki yang pikirannya dewasa, bertanggung jawab," tulis salah satu komentar warganet.
"Orang ketiga dalam pernikahan bukan cuma lelaki atau wanita lain. Mertua dan ipar pun bisa jadi orang ketiga," tambah warganet.
"Pernikahan itu bukan hanya tentang kesetiaan saja, tapi juga kedewasaan cara berpikir, tanggung jawab yang besar atas masalahnya sendiri."
"Suamimu belum dewasa mbak, mungkin umur sudah dewasa tapi tidak dengan pemikiran yang dewasa," tambah komentar lain setuju.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?