Lifestyle / komunitas
Vania Rossa
Ilustrasi Bumi. [PIRO4D/Pixabay]

Suara.com - Miliarder Jepang Yusaku Maezawa baru saja kembali ke Jepang setelah melakukan perjalanan 12 hari ke luar angkasa bulan lalu. Yang menarik, ia mengatakan bahwa pergi ke luar angkasa telah membuatnya terobsesi dengan Bumi.

Kolektor seni 46 tahun itu menjadi turis luar angkasa pertama di Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam lebih dari satu dekade, pada Desember lalu, sebagai persiapan untuk perjalanan mengelilingi bulan yang lebih ambisius dengan SpaceX milik Elon Musk yang direncanakan pada 2023.

"Ketika Anda pergi ke luar angkasa, kau menjadi terobsesi dengan bumi," katanya kepada wartawan, Jumat, dikutip dari Reuters.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak merasa takut di orbit. Bahkan, katanya, melakukan perjalanan ke luar angkasa tidaklah seseram naik rollercoaster.

Baca Juga: Mengenal Satelit Buatan Manusia yang Mengelilingi Bumi, Kok Bisa Dibawa ke Luar Angkasa?

"Saya merasa seolah-olah itu adalah keberangkatan kereta Shinkansen dari stasiun, rasanya sangat mulus. Saya baru menyadari (sudah meluncur) ketika melihat ke luar jendela," karanya mendeskripsikan perjalanannya.

Selama perjalanannya itu, Maezawa menghibur para pengikut media sosialnya dari luar angkasa dengan menunjukkan cara membuat teh di tempat tanpa gravitasi dan mendiskusikan tentang kehabisan pakaian dalam yang bersih.

Maezawa akan menjadi penumpang pribadi pertama dalam perjalanan bulan SpaceX yang dijadwalkan tahun depan dan sedang menyaring "satu juta" aplikasi untuk delapan seniman yang dia janjikan akan bergabung dengannya dalam perjalanan itu.

Ketika berada di luar angkasa, ia menatap bumi dari atas dan menyebut hal itu sebagai 100 kali lebih indah dibandingkan foto.

"Kau mulai berpikir tentang para pemimpin dunia yang berkumpul di luar angkasa. Tentu saja, saya bukan orang yang cukup punya kuasa untuk mewujudkannya. Tapi bila itu terjadi, mungkin dunia jadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali," pungkasnya.

Baca Juga: Iran Luncurkan Roket Bawa Tiga Perangkat Penelitian ke Luar Angkasa

Komentar