Suara.com - Burnout merupakan istilah yang merujuk kondisi seseorang merasa terjebak pada rutinitas. Ia merasa lelah secara mental dan merasa butuh bantuan.
Seseorang yang mengalami burnout bisa berada di titik tidak ingin lagi melakukan pekerjaan atau ingin melarikan diri dari situasi yang dihadapinya.
Burnout sendiri berbeda dengan stres. Stres yang negatif atau dikenal dengan distress akan membuat produktivitas seseorang menurun. Ketika tidak ada intervensi dan penyelesaiannya, maka distress akan berkembang menjadi burnout.
Jadi, bisa disimpulkan burnout merupakan tumpukan stres yang negatif dan tidak ditangani dengan tepat.
Dikutip dari siaran pers Teman Parenting, Selasa (1/2/2022), cara perempuan dan laki-laki dalam mengatasi burnout bisa berbeda. Untuk itu cara penanganan stres dan burnout pun tidak sama.
Secara umum, ketika ada masalah, perempuan cenderung mengungkapkan masalah atau apa yang mereka rasakan agar tidak stres.
Kata Psikolog Tatik Imadatus Sa’adati, S.Psi, M.Psi, perempuan dianugerahi kemampuan berbicara atau berbahasa 16.000-21.000 kata per hari.
Karenanya bagi para perempuan atau ibu yang mengalami burnout, dipersilakan mengobrol dengan siapa saja, terutama orang yang dipercaya untuk bisa melepas stres yang dirasa.
Sedangkan bagi laki-laki, secara umum justru butuh waktu untuk sendiri saat mengalami burnout. Jadi, selama suami tidak bercerita, sebaiknya istri tidak perlu memaksa suami untuk curhat karena malah akan memunculkan emosi.
Baca Juga: Jarang Dikonsumsi Banyak Orang, Ini 6 Manfaat Jeruk Purut bagi Kesehatan
"Saat sedang merenung, tandanya suami sedang berpikir. Cukup ambilkan teh hangat atau kopi, lalu temani. Bila suami sudah lebih tenang, mintalah izin untuk memberikan pendapat, seperti, “Aku boleh kasih pendapat enggak, Mas?” Bila ia membuka diri dan bertanya, barulah berikan pendapat," pungkas Imadatus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?
-
Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika