Suara.com - Tahun lalu, festival film Swedia mengajak seorang turis untuk menonton film sendirian di pulau terpencil. Tahun lalu, festival film ini memberikan keunikan lain, yaitu menghipnotis penonton sebelum menyaksikan film.
Sebelum menayangkan setiap film, seorang penghipnotis akan melakukan hipnosis massal dari panggung utama. Hipnotis ini bertujuan untuk mengubah keadaan pikiran penonton sesuai dengan suasana hati dan tema film. Setelah film usia, penghipnotis akan mengembalikan kondisi penonton ke keadaan semula, alias mematahkan hipnosisnya.
"Kami membangun bioskop hipnosis ini untuk bereksperimen membuat pengalaman film, menantang gagasan tentang cara menonton film," kata Jonas Holmberg, direktur Festival Film Gothenburg di Swedia, dikutip dari AFP, Selasa (1/2/2022).
Sesi eksperimental pertama berlangsung pada Minggu malam waktu setempat di hadapan hanya puluhan orang, dibatasi akibat pandemi Covid-19.
Sebagai pengganti trailer, penonton mendapat sesi bersama ahli hipnotis Fredrik Praesto sebelum menonton "Land of Dreams" dari sutradara Iran-Amerika Shirin Neshat.
Praesto memulai dengan latihan fisik - seperti meminta penonton untuk menyatukan tangan seolah-olah magnet dan menutup mata.
Setelah menghitung 20 detik, penonton membuka mata dan film kemudian dimulai. Setelah kredit film bergulir, ada hitungan lagi untuk menghentikan hipnotis terhadap penonton.
Sensasi yang dirasakan penonton berbeda-beda, mulai dari hampir tak sadarkan diri hingga konsentrasi lebih kuat, seperti dilaporkan relawan.
"Kau bisa menyingkirkan kebisingan dan distraksi, juga Anda betul-betul menghayati film," kata penonton bernama Jonna Blumborg, seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Harga Kamar Hotel di Lombok Naik Tinggi, Penonton MotoGP Berpotensi Pilih Menginap di Bali
"Saya mencoba melakukan apa yang disuruh, seperti merasakan tekstur kain, kulit, rambut dan sebagainya dan lebih mudah fokus karena suasana sangat gelap, hanya ada cahaya layar," kata temannya, Louise Nilsson.
Penonton lain, Fredrik Sandsten, menjelaskan hipnotis itu membuatnya merasa berada dalam kondisi pikiran yang menyenangkan.
Festival film Swedia berlangsung pada 28 Januari sampai 6 Februari mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
Lipstik Merek Apa yang Dijual di Alfamart? Ini 4 Pilihan Awet Tahan hingga 16 Jam
-
Pompa Air yang Murah Merk Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Versi Review
-
3 Produk Eksfoliator untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Review Luxcrime Foundation Stick: Coverage Tinggi, Ringan, dan Sawo Matang Approved
-
Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail
-
Cara Melacak HP Hilang dengan Email atau Gmail
-
3 Sepatu Diadora Tanpa Tali, Desain Stylish dan Nyaman untuk Aktivitas Sehari-hari
-
5 Sepatu Jalan Lokal Paling Empuk Harga Rp200 Ribuan, Ada yang Mirip Skechers
-
3 Kipas Angin Tidak Berisik Mulai Rp100 Ribuan, Tidur Nyenyak Tanpa Bising