Suara.com - Gaslighting adalah salah satu bentuk kekerasan verbal yang sering terjadi dalam suatu hubungan relasi, baik itu teman, pacar, ataupun keluarga.
Tindakan ini biasanya dilakukan untuk memanipulasi kebenaran agar pelaku gaslighting bisa mengendalikan situasi maupun mental korban.
Pelaku memiliki tujuan untuk membuat korban merasa tidak percaya diri dan meragukan persepsinya sendiri, sehingga korban lebih mudah dikendalikan.
Lalu, bagaimana cara menghindari diri dari menjadi korban gaslighting? Psikolog Yayasan Cintai Diri, Eunike Setiawati M.Psi memberikan empat cara terhindar jadi korban gaslight. Berikut paparannya!
1. Identifikasi Masalah
Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan korban gaslighting adalah dengan mengidentifikasi masalah. Dengan menganalisisnya, Anda akan paham siapa yang salah.
2. Beri Batasan
Eunike mengatakan, untuk membebaskan diri dari gaslighting adalah dengan memberi batasan sikap dan perilaku, salah satunya mana yang bisa diterima dan mana yang tidak bisa diterima.
"Kita perlu menetapkan batasan. Ketika kita sudah punya batasan, beranikan diri untuk berkata tidak pada saat perilaku itu tidak bisa kita terima," ungkap Eunike lebih lanjut.
3. Terhubung dengan Lingkungan dan Orang yang Positif
Bila Anda ingin mengatasi masalah gaslighting, yang perlu Anda lakukan adalah tetap terhubung dengan lingkungan dan orang yang positif. Sehingga Anda bisa menceritakan pengalaman dan fakta sebenarnya kepada orang lain.
"Kalau kita memang bingung, apalagi saat dimanipulasi, kita perlu punya second opinion. Salah satunya terhubung dengan orang lain, yang bisa menjadi validator kita," tutur Eunike.
Baca Juga: 6 Bahaya Terlalu Sering Insecure saat Menjalani Hubungan, Segera Hentikan!
4. Jaga Individualitas Diri
Ketika Anda mengalami gaslighting dari orang lain, Eunike menyarankan untuk tetap menjaga individualitas diri. Salah satunya dengan meluangkan waktu dan melakukan aktivitas yang positif.
Meski aktivitas tersebut tidak disukai oleh pelaku, paling tidak ini bisa menyelamatkan diri Anda sendiri. "Jadi pertahankan keunikan diri kita sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi