Suara.com - Bagi perempuan yang suka dandan, mencuci kuas makeup penting untuk dilakukan secara teratur. Kalau tidak, kuas makeup kamu akan jadi sarang bakteri yang malah memicu jerawat dan gatal di kulit.
Itu sebabnya, penting untuk mengetahui cara mencuci kuas makeup yang benar, termasuk kapan kuas harus dicuci, hingga kapan kuas harus dibuang.
"Jika kuas makeup sudah terlampau lama, maka berisiko jadi sarang bakteri. Apalagi bakteri bisa tumbuh dan berkembangbaik di permukaan kuas yang tidak punya perlindungan antibakteri atau jamur," ujar seorang dokter kulit di Miami, Loretta Ciraldo, mengutip Allure, Kamis (17/2/2022).
Berikut ini saran dari beberapa ahli untuk mencuci kuas makeup beserta langkah-langkahnya:
1. Cuci Setiap Dua Minggu
Menurut Ciraldo, tidak ada tolok ukur pasti kapan kuas makeup harus dicuci. Tapi ia merekomendasikan cuci kuas makeup setiap dua minggu sekali, atau bisa juga dicuci setiap terlihat ada sisa riasan di kuas.
2. Gunakan Air dan Sabun yang Lembut
Ada beberapa sabun yang bisa membuat kuas jadi kasar atau jadi lebih kering, khususnya jika kuas terbuat dari bulu asli. Penata rias Benjamin Puckey menyarankan untuk menggunakan sabun yang terbuat dari pelarut food grade, baik berbentuk cair maupun krim.
Tapi jika enggan membelinya, sabun pencuci muka juga bisa digunakan sebagai sabun pembersih kuas makeup. Bahkan beberapa cairan pencuci piring maupun sampo bebas sulfat juga bisa Anda gunakan.
Baca Juga: Ini Manfaat Lain Micellar Water yang Belum Kamu Tahu
3. Perhatikan Langkah Mencuci Kuas Makeup
Basahi bulu kuas dengan air hangat.
Tuangkan satu tetes pembersih pilihan ke telapak tangan yang sudah dibersihkan.
Pijat lembut ujung bulu dengan telapak tangan.
Bilas bulu secara menyeluruh.
Peras air berlebih di kuas dengan handuk bersih.
Bentuk kembali bulu kuas seperti bentuk asli.
Biarkan bulu kuas mengering dengan menggantung di tepi meja.
Nah, jangan lagi membiarkan kuas makeup kamu kotor, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan