Suara.com - Burnout merupakan kondisi yang memicu terjadinya kelelahan emosional, mental, fisik, serta stres yang berlebihan. Burnout bisa dialami oleh siapa saja, termasuk pelajar, karyawan, bahkan ibu rumah tangga sekali pun.
Burnout bisa disebabkan oleh tanggung jawab atau beban pekerjaan yang berat. Misal, orang yang suka mengambil banyak tanggung jawab tanpa bantuan dari orang lain, orang yang kurang mendapat penghargaan pada hasil kerjanya, atau kurangnya teman sebagai faktor pendukung.
Lalu, apa saja tanda kalau Anda mengalami burnout? Simak penjelasannya yang diungkap oleh Psikolog Klinis & Co-Founder Deep Small Talk, Nadia Felicia.
1. Kelelahan
Sering merasa lelah secara fisik dan emosional merupakan pertanda awal burnout. Selain lelah, biasanya juga diikuti dengan keluhan seperti sakit kepala, masalah pencernaan, hingga perubahan pola makan dan pola tidur.
“Dari masalah pola tidur ini, bisa menyebabkan insomnia ataupun tidur berlebihan,” ungkap Nadia dalam acara Techminar ‘Know Your Limit and Avoid Burn Out’, Selasa (22/3/2022).
2. Mengisolasi diri
Tanda burnout yang kedua, menurut Nadia, adalah mengisolasi diri lantaran mengalami perasaan kewalahan. Mereka yang burnout akan menarik diri dari pergaulan dengan teman kerja maupun teman dekatnya.
“Ketika dia menghadapi lingkungan kerja yang penuh stres, akhirnya memutuskan isolasi dengan lingkungan sekitar. Bahkan merasa seperti introvert,” ungkap Nadia.
3. Berfantasi
Orang yang burnout akan sering berfantasi mengenai libur panjang. Dalam banyak kasus yang lebih serius, mereka akan mengalami masalah pada pola makan, penggunaan obat-obatan, hingga mengonsumsi minuman keras.
“Karena tidak bisa dilakukan secara nyata, jadinya cuma berfantasi saja, bahkan melamun,” kata Nadia.
Baca Juga: Burnout akibat Kelelahan Bekerja, Coba Atasi dengan 4 Langkah Ini
4. Mudah kesal
Nadia mengatakan bahwa orang yang burnout akan mudah merasa terganggu dan kesal dengan pekerjaan sehari-harinya. Bahkan untuk pekerjaan rumah yang ringan sekalipun, ia akan merasa sangat berat melakukannya, dan meminta bantuan dari orang di sekitarnya.
“Jadi gampang kesel pada hal-hal kecil, seperti pekerjaan sehari-hari. Padahal kalau dilihat itu sangat sepele,” katanya.
5. Sering sakit-sakitan
Nadia mengatakan, seseorang yang mengalami burnout juga akan lebih sering sakit-sakitan. Hal ini karena stres yang berlebihan akan berdampak pada sistem imun seseorang, sehingga membuat kita lebih mudah jatuh sakit.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif