Suara.com - Aktris Sandra Dewi mengakui bahwa saat muda, dirinya pernah memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut. Kok bisa?
"Aku punya trauma sebagai individu dengan masalah gigi dan mulut karena memang stereotipenya orang Bangka itu jelek giginya, giginya pasti palsu. Makanya aku concerned dengan masalah gigi," kata dia dalam sebuah acara daring.
Bukan perkara malas menyikat gigi, tapi lebih pada kurang rutinnya dia mengunjungi dokter gigi untuk mengetahui masalah pada giginya.
"Yang namanya gosok gigi tetap dilakukan. Cuman kita enggak disuruh ke dokter gigi rutin. Pemilihan pasta gigi pakai yang untuk orang tua. Makanya agak lebih cuek," ujar Sandra.
Saat menempuh pendidikan di bangku kuliah, Sandra baru bisa memulai memperbaiki kondisi giginya dan ini membutuhkan waktu cukup lama.
Kini, setelah menikah dan memiliki anak, Sandra berkomitmen agar pengalaman buruk sewaktu kecil terkait gigi tak terjadi pada anak-anaknya. Oleh karena itu, Sandra mengatakan sudah mewanti-wanti mereka untuk menerapkan kebiasaan sehat termasuk menjadikan sikat gigi sebagai bagian dari rutinitas.
"Sekarang aku tahu untuk anak seperti apa. Makanya aku wanti-wanti dari awal punya anak giginya harus bagus Setelah hamil dan punya anak, aku bilang sama suamiku ingin gigi anak bagus dan sehat. Jangan sampai kayak aku. Suamiku giginya rapi banget," kata dia. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman
-
Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan
-
Bukan Putih Mencolok, Putri Indonesia Agnes Rahajeng Tunjukkan Tren Veneer Natural Kian Digemari
-
Apa Warna Lipstik agar Gigi Terlihat Putih? Ini 4 Shade yang Direkomendasikan
-
Pasang Implan Gigi? Pahami 4 Risiko Komplikasi yang Wajib Diantisipasi
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil