Suara.com - Pemerintah resmi memperbolehkan mudik lebaran 2022 saat pandemi, tapi salah satu syarat wajib mudik adalah mengisi electronic health alert card atau eHAC.
Tapi sayangnya, tidak semua orang tahu tata cara mengisi eHAC. Padahal ini wajib bagi semua moda transportasi darat, laut dan udara.
Aturan pengisian eHAC hanya berlaku bagi pelaku perjalanan usia 6 tahun ke atas, sementara anak usia di bawah 6 tahun dibebaskan dari syarat vaksinasi dan tidak wajib melakukan tes antigen atau RT-PCR sebagai syarat perjalanan.
"Pengisian eHAC adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan sehat sampai ke kampung halaman. Selain itu untuk mempermudah petugas kesehatan melakukan pelacakan kasus apabila ditemukan kasus konfirmasi Covid-19," ungkap Kementerian Kesehatan melalui situs resminya, dikutip suara.com, Jumat (15/4/2022).
Berikut ini langkah dan cara mengisi eHAC domestik yang perlu diketahui:
- Buka aplikasi PeduliLindungi.
- Pilih menu eHAC.
- Pilih buat eHAC.
- Pilih domestik.
- Pilih sarana perjalanan.
Jika mudik dengan perjalanan udara, sebagai berikut:
- Pilih tanggal keberangkatan, harus diisi H-1 atau maksimal hari H keberangkatan.
- Masukan nomor penerbangan, bisa dimasukan manual jika data tidak ditemukan.
- Isi data personal
- Cek kelayakan terbang
- Konfirmasi dan pengisian eHAC selesai.
Jika mudik dengan perjalanan darat dan laut, sebagai berikut:
- Pilih tanggal keberangkatan, harus diisi H-1 atau maksimal hari H keberangkatan.
- Masukan informasi perjalanan.
- Isi data personal.
- Cek kelayakan bepergian.
- Simpan dan pengisian eHAC selesai.
Setelah eHAC selesai dibuat, akan muncul status kelayakan terbang atau bepergian. Kemudian status layak perjalanan ini bisa ditunjukan pada petugas, baik layak untuk terbang maupun layak perjalanan darat dan laut.
Sebagai catatan, apabila eHAC menunjukan status tidak layak, maka bisa lakukan hal sebagai berikut:
Baca Juga: Pesan Wapres Maruf Amin ke Pemudik: Meski Dilonggarkan Harus Tetap Hati-hati
- Apabila tidak layak untuk terbang, hubungi petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di bandara untuk validasi sertifikat vaksin dan atau tes PCR maupun antigen.
- Apabila tidak layak untuk bepergian, tunjukan sertifikat vaksin dan atau hasil tes antigen maupun PCR kepada petugas.
- Tapi apabila tidak layak pergi karena kondisi khusus, maka tunjukan keterangan surat dokter dai RS Pemerintah dan hasil tes PCR kepada petugas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Santa Josephine Margaret Bakhita: Mantan Budak yang Ingin Cium Tangan Penyiksanya
-
Jadwal Itikaf di Masjid Salman ITB: Cek Cara Daftar, Biaya dan Fasilitasnya!
-
Viral Alumni LPDP Diburu Netizen Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas
-
Cuti Bersama dan WFA Libur Lebaran 2026 Mulai Kapan? Cek Jadwal Resminya
-
Bak Noni Belanda, Gaya Glamor Sarifah Suraidah Berbagi ke Pedagang Digunjing
-
Wajib Coba, Food Avenue Baru di Bogor Tawarkan Surga Kuliner Ramadan: Dari Soto Hingga Bakso!
-
Bibir Kerap Terlupakan, Padahal Rentan Rusak: Pentingnya Lip Balm SPF untuk Senyum yang Sehat
-
Doa Buka Puasa Ramadan Apakah Beda dengan Doa Buka Puasa Sunah?
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu di Semarang, Solusi Praktis Uang Baru Buat THR Lebaran
-
Waktu Pembayaran Zakat Fitrah: Kapan yang Wajib, Makruh, hingga Haram?