Suara.com - Apakah Anda mengenal seseorang yang tampaknya selalu menganggap dirinya sebagai korban di segala sesuatu? Mungkin saja, mereka merupakan salah satu orang dengan mental playing victim.
Dilansir dari laman healthline, playing victim adalah gagasan tentang mentalitas seseorang yang selalu merasa menjadi korban dan menyebarkan energi negatif di lingkungannya. Sayangnya, kondisi ini seringkali tidak hanya merugikan mereka saja, tapi juga orang-orang di sekitarnya karena selalu disalahkan.
Kenali 5 ciri-ciri playing victim berikut!
1. Menghindari Tanggung Jawab
Salah satu ciri umum dari seseorang yang suka melakukan playing victim adalah menghindari tanggung jawab. Mereka mungkin akan membuat berbagai alasan untuk menyangkal permasalahan yang telah mereka perbuat.
Sayangnya, hal ini juga bisa berimbas pada hal-hal penting seperti pekerjaan. Maka, tidak jarang sifat ini akan membuat seseorang kehilangan pekerjaan.
2. Tidak Pernah Mencari Solusi Akan Masalah yang Dihadapi
Suatu masalah mungkin akan terasa sangat susah sampai kita merasa tidak bisa melewatinya. Namun setidaknya, kita akan melakukan sesuatu hal untuk meringankannya. Sayangnya, tindakan ini tidak berlaku bagi mereka yang suka playing victim.
Mereka bahkan mungkin menolak bantuan yang ditawarkan orang lain dan memilih untuk meratapi apa yang mereka sedang hadapi.
3. Rasa Tidak Berdaya
Banyak orang yang merasa menjadi korban percaya bahwa mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi yang ada. Mereka sebenarnya sadar akan kondisi buruk yang dihadapi. Namun mereka berpikir bahwa dunia ini memang akan selalu berlaku buruk padanya, sehingga apapun yang ia lakukan tidak akan mengubahnya.
4. Memberi Afeksi Negatif Pada Diri Sendiri
Ciri playing victim selanjutnya adalah memberikan afeksi negatif pada diri sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu ungkapan seperti “segala sesuatu yang terburuk selalu menimpaku”, “aku pantas menerima semua kejahatan ini”, atau “tidak ada yang peduli denganku” ini akan merusak ketahanan mental mereka sendiri.
5. Tidak Merasakan Kebahagiaan
Ciri playing victim selanjutnya adalah tidak bisa melihat kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Mereka bahkan mungkin akan membenci orang-orang yang terlihat bahagia. Pikiran ini tentunya justru akan melukai mereka sendiri dan membuat ledakan kemarahan, depresi, bahkan hingga perasaan terisolasi.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina
-
Gagal Panen Meluas! BI Ungkap Ancaman Nyata El Nino ke Ekonomi Sulsel
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan