Suara.com - Seorang pria asal Brasil memecahkan rekor dunia sebagai karyawan paling loyal di dunia. Pria tersebut sudah bekerja di perusahaan yang sama sejak tahun 1938.
Melansir Oddity Central, pria bernama Walter Orthmann tersebut bekerja di Industrias Renaux S.A, sebuah perusahaan tekstil di Brusque.
Walter mulai bekerja sejak 17 Januari 1938. Saat itu, dirinya masih berusia 15 tahun.
Di awal bekerja, Walter Orthmann ditempatkan sebagai asisten di departemen pengiriman barang. Meski begitu, Walter mendapat promosi seiring berjalannya waktu.
Walter lantas dipromosikan sebagai asisten administrasi hingga menjadi sales manager. Total, ia sudah bekerja di Industrias Renaux S.A. selama 84 tahun.
Tidak hanya itu, Walter juga sudah berkeliling dunia untuk melakukan penjualan, mendapat gaji dengan sembilan mata uang berbeda, dan sudah pernah naik hampir semua pesawat komersial di Brasil.
Saat ditanya, Walter sendiri mengungkap bahwa dirinya memang selalu bersemangat untuk bekerja.
"Kau harus suka bekerja. Aku mulai bekerja dengan keinginan tersebut dan semangat bertarung," ungkap Walter.
"Kau tidak bisa melakukan sembarang pekerjaan hanya untuk mengatakan kau bekerja. Itu tidak akan berhasil. Kau tidak akan bisa bertahan," tambahnya.
Baca Juga: 4 Cara agar Produktif Saat Kamu Menyadari Hidupmu Tidak Berkembang
Nama Walter Orthmann sendiri tercatat di Guinness Book of Records pada Februari 2022 silam sebagai karyawan dengan masa kerja terlama di sebuah perusahaan.
Sementara pada 19 April silam, Walter resmi berulang tahun ke-100. Namun, pria ini sama sekali tidak punya rencana untuk pensiun dari perusahaan.
Saat awal bekerja dulu, Walter mengungkap bahwa ia bekerja tanpa komputer dan ponsel. Selain itu, setiap pesan harus ditulis dengan mesin ketik dan dikirimkan lewat pos.
Tak hanya itu, kantor Walter saat itu tidak memiliki pencahayaan yang cukup, dan memiliki jalanan yang akan berubah berlumpur saat hari hujan.
Meski begitu, pekerjaan Walter kini lebih mudah dilakukan karena dirinya punya ponsel dan koneksi internet. Walter juga tidak perlu bepergian sesering dulu.
"Jangan mudah marah, lakukan semuanya sambil tertawa. Lakukan apa yang kau sukai. Aku suka bekerja di perusahaan ini. Jangan sampai punya musuh. Berani minta maaf. Hidup dengan tenang. Hidup hanyalah sebuah perjalanan di Bumi, nikmati dan lakukan apa yang ingin kau lakukan," tambah Walter Orthmann soal rahasianya bekerja 84 tahun di perusahaan yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki, Lengkap dengan Arab dan Latinnya
-
5 Rekomendasi Gamis Bini Orang Rp200 Ribuan yang Bakal Jadi Tren Baju Lebaran 2026
-
Puasa Bikin Kulit Kusam? Ini Dua Teknologi Perawatan Wajah Terbaru yang Bikin Glowing Tanpa Downtime
-
THR Pensiunan 2026 Kapan Cair? Cek Perkiraan Jadwal dan Besaran Nominalnya
-
Berapa Besaran THR Pensiunan 2026? Cek Infonya di Sini!
-
Kisah Ali Khamenei sebelum Gugur: Sempat Difitnah Tajir Melintir, padahal Sepatunya Buluk
-
Sudah Berapa Lama Ali Khamenei Berkuasa? Perannya Lebih Luas dari Presiden atau Parlemen
-
Profil 6 Putra-Putri Ayatollah Ali Khamenei, Menilik Arah Suksesi Pimpinan Tertinggi Iran
-
Mengapa Bahasa Inggris Akademik Jadi Kunci Sukses Kuliah di Luar Negeri
-
Dalam Kuasa Iran, Seberapa Penting Selat Hormuz? Bikin Harga Minyak Meroket