Suara.com - Perbedaaan karakter antargenerasi kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Terlebih dengan kehadiran teknologi, seringkali generasi terdahulu dianggap tidak cakap dalam memanfaatkan kemajuan.
Tertarik pada fenomena ini 2 siswa SMA Plus Pembangunan Jaya Bintaro, mengajukan paper ilmiah pada kompetisi Indonesian Fun Science Award (IFSA) 4.0 mengenai perbedaan kecepatan dalam mengetik menggunakan gadget pada generasi X, Y, dan Z.
Dalam penelitian ini, masing-masing 30 responden yang mewakili setiap generasi dikumpulkan untuk survey kecepatan mengetik satu paragraf berisi kalimat.
Berdasarkan data, diperoleh bahwa rata-rata waktu pengetikan tercepat berdurasi 1 menit 36 detik pada generasi Z, diikuti oleh generasi Y dengan 2 menit 59 detik, dan kemudian generasi X yaitu selama 3 menit 40 detik.
Menanggapi hal tersebut, dalam keteranganya, Rabu, (11/5/2022), Rektor Swiss German University (SGU) Filiana Santoso, mengatakan bahwa IFSA adalah rangkaian kegiatan yang diadakan Swiss German University (SGU) untuk menunjukkan kepada generasi muda dan masyarakat tentang betapa seru dan menyenangkannya melakukan penelitian.
"Sains dan penelitian di mata masyarakat umum identik dengan laboratorium yang membosankan, kaku, dan tidak menarik. Sehingga kegiatan meneliti menjadi kurang diminati oleh masyarakat. Pada kenyataannya, penelitian dan sains tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia, dan tidak selalu membosankan," kata Filiana.
Ia mengatakan, bahwa meneliti dan mempelajari hal-hal yang yang bersifat ilmiah untuk bisa dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan dan seru. Lebih lanjut, ia menagatakan, bahwa menanamkan jiwa peneliti yang kritis, logis, sistematis, dan kreatif pada generasi muda Indonesia dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju.
Penelitian-penelitian mereka dipublikasikan secara ilmiah di Indonesian Fun Science Journal.
Baca Juga: Sempat Malu-malu, Petani Muda Milenial Jogja Dukung Ridwan Kamil Maju Capres 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
Terkini
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak
-
5 Menu Takjil Buka Puasa yang Bisa Dibikin Sendiri dengan Modal Sedikit