Suara.com - Beragam merek skincare kini banyak beredar di pasaran. Baik lokal maupun merek luar ternama. Tak luput pula beberapa skincare yang belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lantas apakah skincare non-BPOM aman digunakan dan belum tentu berbahaya?
Skincare telah menjadi kebutuhan bagi perempuan dan laki-laki untuk merawat kesehatan kulitnya. Adanya kebutuhan tersebut menyebabkan banyak juga produk perawatan kulit yang tak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Biasanya, skincare yang tak memiliki izin BPOM akan dijual di pasaran dengan harga yang lebih murah dari produk-produk berizin lainnya. Hal inilah yang kerap membuat konsumen mudah tergiur, terutama remaja yang masih mencoba-coba produk perawatan yang sesuai kantong.
Peraturan terkait kosmetik berdasarkan situs Badan Pengawas Obat dan Makanan telah terdapat pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 445/MENKES/PER/V/1998.
Produk skincare yang tidak memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan bisa jadi memiliki banyak kandungan yang berbahaya untuk kulit. Salah satu bahan yang berbahaya dan masih banyak digunakan di produk-produk skincare dan kosmetik ilegal adalah merkuri.
Merkuri merupakan bahan yang sangat beracun. Selain dapat menyebabkan alergi, bintik-bintik pada kulit dan iritasi. Dalam jangka waktu lama, merkuri juga dapat menyebabkan kerusakan permanen otak, ginjal, dan lain-lain. Bahkan terkadang dapat menyebabkan diare dan kerusakan paru-paru karena sifat merkuri karsinogenik.
Oleh karena itu, skincare non-BPOM bisa jadi tidak aman dan sangat berbahaya bagi tubuh dan kulit. Masyarakat diimbau untuk memeriksa produk yang dipasarkan apakah sudah memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan atau belum. Terdapat juga aplikasi yang dapat mendeteksi produk tersebt telah terdaftar BPOM atau belum.
Saat dipindai, produk akan muncul dan hal ini menandakan bahan yang ada di dalam produk tersebut aman digunakan.
Jika sudah terlanjur menggunakan skincare non BPOM, tidak perlu khawatir. Hal yang perlu dilakukan adalah berhenti menggunakannya. Terkadang pemberhentian produk tersebut terkadang muncul permasalahan seperti timbul jerawat dan lain-lain. Namun setelah kulit mulai adaptasi dan kembali normal, maka kita bisa menggunakan skincare yang lebih aman.
Baca Juga: Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Ini Jadi Penyebab Utama Jerawat Susah Hilang
Demikian penjelasan terkait apakah skincare non-BPOM aman digunakan untuk kulit. Jangan sampai niat merawat kulit malah berujung ke masalah kesehatan yang lebih parah.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
4 Obat Terapi COVID-19 yang Mendapat Izin BPOM
-
4 Obat Dapat Izin Sebagai Obat Terapi COVID-19 di Indonesia
-
Dinilai Aneh, Rahasia Kulit Tampan Tom Cruise Ternyata Kotoran Burung
-
Sering Disepelekan, 5 Kebiasaan Ini Jadi Penyebab Utama Jerawat Susah Hilang
-
Manfaat Ekstrak Bunga Sakura yang Efektif Mencerahkan Kulit dan Kaya Antioksidan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi