Suara.com - Masakan Indonesia banyak yang memiliki cita rasa pedas, tak heran jika sambal menjadi salah satu pelengkap wajib saat makan. Diakui pula oleh Chef Arnold Poernomo kalau kebanyakan orang Indonesia tidak bisa jauh dari sambal saat makan.
"Ke Australia, ke Kanada, ke Amerika, sambal Bu Rudy itu ada, lho. Orang Indonesia memang enggak bisa jauh-jauh (dengan sambal)," kata Chef Arnold ditemui di Mangkokku, Mal Sarinah, Jakarta, Rabu (29/6/2022).
Seperti nasi yang menjadi makanan pokok bagi orang Indonesia, menurut Chef Arnold, keberadaan sambal jadi pelengkap wajib saat makan.
"Kalau orang Indonesia mungkin enggak kenyang kalau enggak makan nasi, tapi juga enggak puas kalau enggak makan sambal. Dan lagi di Indonesia, berbagai macam sambal ada banyak banget. Mungkin kalau enggak ada sambal, gak asik. Itu perumpamaan atau apa," ujarnya.
Ia sendiri mengaku selalu mencari sambal saat bepergian ke luar negeri. Tak jarang ia menemukan merek sambal Indonesia yang dijual di berbagai negara.
Tetapi, di beberapa negara yang belum terdapat sambal khas Indonesia, chef Aenold mengatakan kerap kesulitan mendapat rasa yang pas atau mirip dengan sambal di Indonesia. Sebab, menurutnya, sambal di luar negeri justru rasanya lebih manis.
"Kemarin saya ke Australia bikin sambal, saya sudah kasih 20 cabai rawit dan rasanya pun masih manis, beda gitu. Itu mungkin yang bikin kita kangen kalau lagi di luar negeri," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?