Suara.com - Pisang goreng merupakan gorengan yang sangat populer di Indonesia. Sayangnya, sajian satu ini cukup sulit ditemukan di luar negeri hingga membuat orang Indonesia yang merantau jauh kerap merindukan sajian ini.
Seorang wanita keturunan Indonesia yang tinggal di luar negeri membuatkan pisang goreng untuk neneknya tercinta. Sang nenek merupakan orang Indonesia yang sudah merantau ke China sejak berusia 17 tahun.
Momen ini lantas ia bagikan melalui akun TikTok @itslizmiu. Dalam unggahan itu, wanita ini tampak mengemas ketan serta pisang goreng yang ia buat sendiri.
Selama melakukan pengemasan, wanita ini juga bercerita tentang kisah hidup sang nenek. Setelah bertemu dengan pasangan hidupnya dan melahirkan seorang anak laki-laki, sang nenek kemudian pindah ke Hong Kong.
Siapa sangka, neneknya belajar tentang farmasi sebanyak 2 kali agar bisa membuka praktek di negara berbeda. Setelah selesai menata pisang goreng dan ketan, wanita ini siap mengantarkannya ke rumah sang nenek.
Rumah nenek wanita ini hanya butuh waktu tempuh selama 5 menit. Ia kemudian memutuskan tak menutup wadah agar pisang gorengnya tetap renyah.
Wanita ini juga menaburkan kelapa parut serta gula untuk menambah sedap cita rasa pisang goreng itu. "Nenekku tak terlalu lancar berbahasa Inggris. Ia hanya berbicara Bahasa Indonesia, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Kanton. Makanan adalah komunikator cinta terbesar di keluarga Asia," ujar wanita ini.
ia lalu mengantarkan pisang goreng itu ke neneknya dan disambut dengan sangat hangat. Sang nenek benar-benar senang saat menyicipinya ia beberapa kali mengatakan enak dengan beberapa bahasa.
"Enak. Hau ce (Bahasa Mandarin). Echo (Bahasa Jawa)," ungkap sang nenek beberapa kali sembari mengacungkan jempolnya. Ia benar-benar menikmati sajian pisang goreng yang dibuat khusus oleh cucu kesayangannya.
Baca Juga: Menteri Luar Negeri China Tawarkan Tata Kelola Bersama yang Lebih Aktif di Laut China Selatan
Video ini lantas menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Hahaha dia bilang echo, kayaknya bisa bahasa Jawa juga nih," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "The real Chindo ini sihm bisa Bahasa Mandarin dan kanton medok juga," ujar warganet ini.
"Wah Surabaya banget ini logatnya. Jadi kangen Surabaya deh," tulis warganet lain di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Rabu (13/7/2022), video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 200 ribu kali di TikTok.
Untuk menonton video selengkapnya, klik di sini!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana