Suara.com - Venus flytrap adalah tanaman karnivora yang bisa hidup sampai 20 tahun di alam liar. Sama seperti tumbuhan lainnya, energi terbesar mereka tetap diperoleh melalui proses fotosintesis. Hanya saja, untuk nutrisi tambahan yang tidak bisa mereka dapatkan di tanah, venus flytrap mendapatkannya dari serangga yang terperangkap di dalam katup tumbuhan ini.
Hanya dalam waktu kurang dari 3 detik, serangga yang terperangkap di dalam daun capit sudah dapat diekstrak oleh getah merah milik venus flytrap.
Habitat venus flytrap
Meskipun Anda bisa menemukan venus flytrap di berbagai wilayah termasuk Indonesia, dilansir dari laman cnr.ncsu.edu, venus flytrap disebut hanya muncul secara alami dalam radius 75 mil di wilayah Wilmington, North California, terutama di wilayah utara.
Anatomi Venus Flytrap
Tanaman yang tumbuh dari batang bawah seperti umbi ini memiliki sekelompok bunga putih kecil di ujung batang yang panjangnya mencapai 2–30 cm. Daun venus flytrap bisa tumbuh sampai 8-15 cm dengan bilah berengsel di sepanjang garis tengah hingga hampir membentuk lingkaran. Ada pula gigi berduri di sepanjang tepiannya yang akan melipat saat serangga hinggap.
Cara venus flytrap menangkap serangga
Venus flytrap memikat serangga dengan nektar yang keluar dari lapisan kemerahan pada area daun. Nextra ini memiliki bau yang sangat harum sehingga serangga akan mendekat.
Saat serangga berada di rahang perangkap, mereka tidak akan langsung mati. Setidaknya harus ada dua gerakan selama 2 detik untuk kemudian daun akan menutup. Gerakan ini akan terbaca oleh trikoma atau rambut sensorik.
Baca Juga: Dokter Ungkap 9 Tumbuhan yang Bantu Luruhkan Batu Ginjal, Gampang Ditemukan di Rumah!
Singkatnya waktu yang digunakan untuk mendeteksi serangga ini juga menghindari adanya benda asing yang menjadi makanan venus flytrap.
Daun venus flytrap akan terbuka kembali setelah 5 sampai 12 hari proses pencernaan serangga sekaligus membuang bagian serangga yang tidak bisa dicerna. Jenis serangga yang biasa dimakan adalah lalat, jangkrik, nyamuk, laba-laba, dan serangga kecil lain.
Butuh air rendah mineral
Habitat terbaik untuk venus flytrap tumbuh adalah tanah yang berlumut dan lembap. Selain itu, air yang dibutuhkan untuk menyuburkannya mesti rendah mineral seperti air AC, air hujan, atau air kemasan yang rendah mineral.
Saat musim panas, diperlukan lebih banyak air tapi tidak sampai menggenang, sementara di musim dingin cukup biarkan tanahnya tetap lembap.
Pertumbuhan venus flytrap
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai
-
5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama