Suara.com - Pandemi dua tahun ke belakang menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan, tak hanya di Indonesia tapi juga global. Meski begitu, hal ini diharapkan justru dijadikan peluang terbaik bagi mereka yang menekuni bidang desain.
Inilah yang dibuktikan oleh LaSalle College Indonesia, kampus desain bertaraf internasional yang memperlihatkan deretan karya mahasiswanya dalam acara kelulusan tahun ini yang digelar pada 19 Agustus 2022 lalu di Jakarta dengan tema Sphere: An Orb of immense Creativitie.
"Tema ini dilatar belakangi oleh kondisi di mana beberapa tahun ini penduduk bumi dipaksa untuk hidup dengan penuh pembatasan akibat pandemik," ujar Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Desain LaSalle, Hariyadi Sukamdani dalam siaran pers yang Suara.com terima baru-baru ini.
Untuk beberapa orang, hal ini memang tidak menyurutkan mereka untuk berhenti berkreasi. Dalam hal ini adalah para mahasiswa desain yang terus dilatih memiliki pikiran dan ide yang out of the box, sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.
Tema ini, lanjut dia melambangkan hasil dari berbagai kreatifitas penuh ragam dari siswa LaSalle College Jakarta selama masa pembatasan tersebut. Baik dalam bidang Fesyen Desain, Fesyen Bisnis, Desain Interior, Tata Rias Artistik, Digital Media Game Art Desain dan Fotografi.
Untuk terus mendukung kreatifitas para mahasiswanya dalam berbagai kondisi yang saat ini tengh dihadapi, LaSalle kata dia ingin tetap berkontribusi di dunia industri kreatif.
Beberapa diantaranya adalah dengan metode pembelajaran secara hibrid sehingga membuka kesempatan untuk belajar lebih flexible di luar kampus atau waktu regular, pembaruan dan pengembangan kurikulum berkala secara teratur sesuai dengan perkembangan jaman, dan penambahan program studi baru Cinematography.
"Program baru ini menawarkan kurikulum yang menjawab kebutuhan pekerja kreatif yang mempunyai kompetensi profesi yang berlaku di industri film," pungkas dia.
Pengalaman LaSalle College Jakarta selama 25 tahun pertama ini cukup dan mampu untuk mendukung kesuksesan program studi Cinematography, karena program program studi yang ada saat ini dapat di integrasi kan dan berhubungan ke dalam program baru ini, diantaranya aspek kostum, visual effect/make up, stage set, komunikasi visual, media editing, graphic/image processing, hingga penataan/pengambilan gambar.
Baca Juga: Bendera Merah Putih Berkibar di Atas Tumpukan Sampah, Mahasiswa: Pandeglang Belum Merdeka
Berita Terkait
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli
-
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?
-
Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?