Suara.com - Kebijakan tidak biasa dilakukan pemerintah Jepang, yang berusaha mendorong anak muda mengonsumsi lebih banyak alkohol, akibat menurunnya tren mengonsumsi alkohol sejak 1990-an.
Tak main-main, untuk meningkatkan tren konsumsi alkohol di Jepang, Badan Pajak Nasional Jepang sampai rela mengadakan kontes online minum alkohol yang disebut Sake Viva, untuk orang dewasa muda.
Kontes ini juga dibuat untuk menjawab riset Kementerian Kesehatan Jepang, yang menunjukan bahwa sejak Covid-19 melanda, semakin banyak orang menghindari pub di Jepang, sehingga bisnis alkohol semakin terpuruk.
Mengutip World of Buzz, Sabtu (27/8/2022), Kontes Sake Viva mengajak anak muda untuk mengajukan rencana bisnis yang bisa memikat generasi baru untuk minum lebih banyak alkohol, yang sekaligus untuk menyelamatkan sake negara, produsen bir dan minuman keras yang sedang terpuruk.
Badan Pajak Nasional juga mengatakan, pasar minuman beralkohol domestik menyusut karena adanya perubahan demografis, seperti penurunan angka kelahiran dan populasi yang terus menua.
Sake Viva merupakan kontes terbuka untuk orang Jepang berusia 20 hingga 39 tahun, dengan batas rencana bisnis pada 9 September 2022. Bagi rencana bisnis yang lolos ke babak final akan langsung dinilai secara langsung di Tokyo pada 10 November 2022.
Meski memiliki alasan yang jelas, kontes ini tetap mendapat kritik secara online tentang meningkatkan kadar konsumsi minuman beralkohol. Apalagi sebelumnya pemerintah Jepang, menggencarkan kampanye untuk minum dengan bertanggung jawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan