Suara.com - Pandemi Covid nyatanya hingga kini belum berakhir. Sejumlah wilayah bahkan mengalami peningkatan kasus yang cukup siginifikan.
Penduduk Kota Chengdu di Sichuan, China, kini harus melakukan lockdown atau karantina wilayah akibat peningkatan kasus Covid. Pemerintah setempat mengumumkan kampanye pengujian massal di kota mulai 1 hingga 4 September 2022 dan memerintahkan orang untuk tinggal di rumah.
Melansir dari Whats on Weibo, selama 7 hari terakhir kota tersebut melaporkan total 606 kasus positif baru. Jumlah tersebut hampir sepertiga dari semua kasus baru yang dilaporkan di daratan China minggu ini.
Supermarket lokal pun mengalami peningkatan pembeli yang datang untuk membeli bahan makanan sejak 29 Agustus, ketika desas-desus lockdown mulai tersebar. Pihak berwenang sudah mengingatkan untuk tak melakukan panic buying namun hal ini tak dihiraukan.
Banyak gambar viral di media sosial yang menunjukkan orang-orang memborong daging, sayuran, kondom, bahkan ayam hidup. Hal ini seperti yang tampak dalam cuitan akun Twitter @manyapan yang sudah mendapatkan lebih dari 26 ribu likes hingga Sabtu (3/9/2022).
Dalam foto-foto yang beredar luas di media sosial, tampak orang-orang berdesakan menyerbu supermarket. Banyak orang yang memenuhi bagasi mobilnya dengan makan hingga menggantungkan ayam-ayam hidup di atas kendaraannya.
Rak-rak produk makanan, kulkas, hingga meja berisi daging segar habis diborong. Bahkan ada potret di mana pintu kulkas hampir copot.
Warganet yang memulai desas-desus soal karantina wilayah pada 29 Agustus 2022 akhirnya ditahan keesokan harinya karena dianggap memprovokasi masalah.
Warganet tersebut menerima hukuman 15 hari dengan denda 1000 Yuan atau sekitar Rp2,1 juta. Pemerintah kemudian juga menghapus tagar Chengdu Lockdown.
Baca Juga: Duh! Karena Kebijakan Lockdown, 80 Ribu Wisatawan Terjebak di Sanya China
Warganet juga berbagi kekhawatiran mereka tentang situasi ini. Pasalnya, lockdown yang terjadi di Shanghai awalnya disebutkan hanya untuk 5 hari namun justru berakhir 2 bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam