Suara.com - Bagi kebanyakan orang tumbuhnya rambut di area tertentu menjadi sebuah masalah mengenai perawatan jangka panjang. Terkadang mereka juga jadi bingung lebih memilih untuk melakukan waxing atau mencukur.
Waxing mungkin tampak lebih menyakitkan daripada mencukur, tetapi lebih efisien dalam waktu jangka panjang. Sedangkan mencukur, terkadang membuat rambut lebih cepat tumbuh.
Dilansir dari Times of Indian, berikut 4 alasan kenapa waxing lebih baik daripada mencukur.
1. Halus dan Hasil Jangka Panjang
Dengan waxing, kulit kamu akan sehalus dan selembut pantat bayi. Sedangkan mencukur hanya membutuhkan beberapa hari setelah itu kulitmu akan terasa berduri. Apalagi di samping jadwal yang padat pasti akan sulit untuk mencari waktu bercukur beberapa hari.
2. Tidak Ada Luka dan Tidak Gatal
Mencukur terkadang dapat menyebabkan luka dan memar. Menggunakan pisau cukur berkali-kali juga bisa menyebabkan infeksi. Mencukur rambut dapat menyebabkan folikel rambut jadi meradang dan gatal. Sedangkan waxing bisa untuk pengelupas kulit.
3. Sebagai Eksfoliasi dan Tidak Hiperpigmentasi
Waxing memiliki manfaat untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Pengangkatan sel kulit mati akan melembutkan kulitmu. Beberapa orang pernah protes kenapa kulit mereka berubah menjadi gelap setelah melakukan cukuran. Sedangkan hal itu tidak terjadi setelah kamu melakukan waxing. Waxing tak hanya mengangkat sel kulit mati tetapi juga mencegah hiperpigmentasi pada kulit.
Baca Juga: Selain untuk Rambut, Ini 4 Manfaat Minyak Kemiri untuk Kesehatan Tubuh
4. Rambut Tumbuh Lebih Tipis
Mempertahankan rutinitas waxing yang teratur bisa membuat rambutmu tumbuh lebih lambat. Tak hanya itu, rambut yang tumbuh pun akan terlihat lebih tipis. Hal ini karena waxing bisa melemahkan folikel pada rambutmu. Tentu hal ini berkebalikan jika kamu memilih untuk mencukur, rambut akan tumbuh lebih hitam dan tebal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari