Suara.com - Baru-baru ini nama Raffi Ahmad dipermasalahkan oleh pengacara Firdaus Oiwobo. Pasalnya, Raffi Ahmad sering menggunakan kata ‘sultan’ dalam panggilannya. Hal tersebut yang membuat Firdaus mengatakan akan memproses hukum suami Nagita Slavina itu.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Tiktok @maniakgamers39, Firdaus Oiwobo menegur Raffi Ahmad yang menggunakan kata ‘sultan’. Seperti yang diketahui, Raffi memang sering disebut dengan nama Sultan Andara.
Tidak hanya Raffi Ahmad, Firdaus juga menegur Andre Taulany yang juga sering menggunakan kata ‘sultan’ di panggilannya.
"Termasuk Sultan Andara, Bung Raffi ya kita tanya tuh, anda sultan apa, darimana dasarnya. Termasuk Sultan Bintaro tuh, Si Andre taulany, anda dapat darimana gelarnya," ucap Firdaus.
Tidak seperti Raffi Ahmad dan Andre Taulany, Firdaus mengaku kalau ia memiliki darah keturunan sultan. Namun, ia mengatakan, dirinya tidak berani menggunakan gelar tersebut.
"Semetara saya saja sebagai cicit kandungnya sultan, tidak berani mengaku sultan walaupun sudah memiliki gelar tersendiri," jelasnya.
Ucapan Firdaus yang menegur Raffi Ahmad dan Andre Taulany itu lantas langsung menimbulkan banyak pembelaan dari warganet.
Menurut beberapa warganet, Raffi dan Andre tidak membuat istilah tersebut. Hal ini karena yang menyebut keduanya sultan yaitu warganet sendiri. Namun, apa sih sebenarnya arti sultan tersebut?
Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sultan berarti raja dan baginda. Biasanya kata sultan dipakai oleh seorang raja yang memerintah sebuah kawasan atau daerah tertentu.
Baca Juga: Ngaku Panglima Kesultanan, Pengacara Dukun se-Indonesia Bakal Laporkan Raffi Ahmad dan Andre Taulany
Sementara dari situs Tentangnama, sultan sering digunakan pada negara dengan penduduk mayoritas Islam. Sultan merupakan sebuah sapaan yang diberikan kepada seorang penguasa. Dalam bahasa Arab, sultan juga diartikan sebagai kekuasaan dan kekuatan. Oleh karena itu, penggunaan kata ini dipakai pada seorang penguasa, khususnya negara Islam.
Berbeda dengan pria, penggunaan kata sultan pada wanita berbeda. Untuk wanita, biasa menggunakan kata sultana. Kata sultana juga dipakai pada seorang istri dari pemimpin yang menguasai tersebut. Istilah sultana juga diberikan kepada anak seorang sultan.
Tidak hanya gelar, beberapa orang juga memiliki nama asli sultan. Biasanya penggunaan sultan pada nama merupakan sebuah harapan agar anaknya kelak bisa menjadi seorang pemimpin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Olahraga di Sore Hari Jam Berapa? Ini Rentang Waktu yang Paling Ideal
-
Mengenal UPF, Perlindungan UV Selain Sunscreen yang Sering Diabaikan
-
Lebih Ampuh Lip Balm atau Lip Serum untuk Mencerahkan Bibir? Ini 6 Rekomendasinya
-
4 Rekomendasi Liquid Matte Lipstik Paling Tahan Lama, Transferproof hingga 16 Jam
-
5 Rekomendasi Tinted Lip Balm agar Bibir Ternutrisi Anti Pecah-Pecah
-
Silsilah Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Masud, Kakak hingga Istri Punya Jabatan Mentereng
-
Urutan Skincare Double Cleansing yang Benar Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produknya
-
7 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Acne Prone Skin, Ringan dan Gak Bikin Breakout
-
5 Rekomendasi Kaos Kaki Lari Anti Lecet, Olahraga Makin Aman dan Nyaman
-
Apa Bedanya Melasma dan Flek Hitam? Ini 4 Sunscreen yang Efektif Menyamarkan