Suara.com - Konten makan-makan dari Sisca Kohl selalu curi perhatian. Kali ini, tunangan Jess No Limit itu makan mi instan Indomie dengan 100 cabai.
Melalui video yang diunggah kanal YouTube Jess No Limit, Sisca Kohl tanpa ragu memesan mi dengan 100 cabai. Sisca mengaku penasaran karena pernah melihat tren tersebut di media sosial.
Meski penasaran, bukan berarti ia diperkenankan begitu saja makan makanan sangat pedas oleh sang kekasih. Jess mengaku khawatir melihat Sisca harus menghabiskan mi yang sangat pedas.
"Cabainya banyak banget sampai bawah, aku penasaran banget, guys. Aku sering lihat ini di sosial media, tapi aku belum pernah cobain," ucap Sisca Kohl dalam video yang diunggah, Minggu (11/9/2022).
"Ini udah kita siapin susu, hati-hati ayang ya kalau enggak kuat jangan dipaksa, ini merah banget sih," timpal Jess.
Ketika menyuap santapan pertama, ekspresi Jess No Limit terlihat sangat khawatir. Namun, rupanya Sisca Kohl memberikan kesan biasa saja dan justru menikmati mi 100 cabai tersebut.
Sisca Kohl lalu melanjutkan bahwa menu mi 100 cabai itu sangat nikmat. Namun, ia mengakui bahwa sensasi pedas telah menutup rasa gurih pada mi.
Untungnya, Sisca termasuk pencinta makanan pedas dan mengaku tidak masalah dengan rasanya.
"Enak, tapi rasa Indomienya jadi berkurang, karena aku suka pedas enak menurut aku," ujar Sisca.
Baca Juga: Bucin Akut! Jess No Limit Buat Case Custom untuk Sisca Kohl, Sampai Pesan dari Luar Negeri
Konsumsi makanan terlalu pedas, berisikobagi tubuh. Gangguan kesehatan paling umum biasanya menyebabkan diare.
Dikutip dari Halodoc, makan pedas terlalu banyak dapat menyebabkan rapuhnya permukaan lambung. Akibatnya lambung menjadi mudah terluka. Eelain itu juga memicu terjadinya gastritis atau maag akut akibat terjadinya peradangan pada lapisan lambung.
Bila memiliki riwayat sakit maag, konsumsi makanan pedas juga bisa memicu naiknya asam lambung. Karena mengonsumsi cabai terlalu banyak bisa membuat dinding lambut iritasi kemudian memicu naiknya asam lambung secara cepat. Sebab itu pula yang membuat perut terasa nyeri setelah mencicipi makanan pedas.
Makanan pedas juga bahkan bisa membuat tubuh jadi insomnia. Karena suhu tubuh akan meningkat dan menimbulkan keringat setelah konsumsi makanan pedas. Studi yang dipublikasikan dalam The International Journal of Psychology disebutkan bahwa bahaya makan pedas bisa melukai perut dan mengaktifkan hormon kimia yang bisa membuat terjaga di malam hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik
-
5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar
-
Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Contoh Sepatu Skechers Berbahan Kulit Babi, Konsumen Muslim Wajib Cek Deskripsi Produk
-
Krim Kelly untuk Usia Berapa Sebenarnya? Intip Kandungan Skincare Legendaris Ini
-
4 Basic Skincare Wardah untuk Meredakan Kemerahan dan Jerawat, Lengkap dengan Review Pembeli
-
4 Pompa Air Tidak Berisik dan Hemat Listrik, Cocok untuk Penghuni Perumahan
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Mimpi Resign dari Pekerjaan, Pertanda Baik atau Buruk? Ini Penjelasannya