Suara.com - Kehadiran dunia digital ternyata juga tidak membuat tempat tersebut terhindar dari kekerasan. Bahkan, perkembangan teknologi justru menjadi perpanjangan bagi para pelaku kekerasan di dunia siber.
Dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Penulis dan Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Devi Adriyanti mengatakan jika internet ini bukan hanya diisi oleh orang-orang baik tapi ada juga orang jahat yang mengancam hak asasi manusia yang salah satunya melalui pelecehan secara verbal.
Selain itu penting untuk memahami rekam jejak digital sehingga perlu berhati hati dan selalu memastikan postingan yang dibuat, dan orang tua juga harus melihat konten yang diikuti oleh anak-anak, termasuk pula hati-hati saat berbelanja online dengan memastikan terlebih dahulu penjualnya.
“Penanggulangan ancaman di dunia digital dengan memastikan keamanan dari gawai yang kamu punya, termasuk media sosial dan aplikasi perpesanan dengan password yang kuat. Pastikan mengaktifkan 2FA (Two Factor Aunthetication), jaga data pribadi kita tetap aman dan jangan bagikan dengan siapa pun termasuk di media sosial, serta selalu waspada akan tautan tak dikenal,” jelasnya.
Penanggung Jawab Fungsi Seksi Kelembagaan dan Sistem Informasi Madrasa pada Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementrian Agama Provinsi Sumatera Utara, Nursyamsiah menyatakan teknologi informasi menawarkan untuk bermedia sosial menjadi sebuah kemudahan dan memanfaatkannya itu harus dengan hal-hal yang positif.
Karenanya perlu memiliki kompetensi mengakses informasi yang sesuai, jangan terjebak dengan isu sara, dan untuk membagikan informasi harus pula melakukan filter sebagai langkah membentengi diri.
“Kita berkomunikasi di media sosial tidak hanya berhubungan dengan gadget, laptop dan lain-lain, tapi kita berinteraksi langsung dengan manusia. Kita harus sama-sama menyadari bahwa internet adalah anugrah. Kita dapat menambah ilmu pengetahuan, tetapi internet juga bisa jadi bencana bagi kita jika tidak bisa membentengi diri kita sendiri,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
GP Al Washliyah Tolak Aksi AMPB di DPR: Jangan Klaim Wakili Seluruh Rakyat
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan
-
Dilihat Langsung Prabowo dan Jokowi, Ini Besaran Mas Kawin Rizky Irmansyah untuk Chika Yenalovy
-
Malaysia dan Brunei Pakai Mekansime ASEAN Atasi Karhutla Kalimantan, Indonesia Gak Diajak?
-
Pemilu 2029 Jadi Pertaruhan Dinasti Politik Jokowi? Ini Analisis Pengamat
-
Muka Tegang Prabowo dan Gesture Tangan Jokowi Saat Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Dugaan Markup Harga Telur hingga Judi Online, BGN Mulai Bersih-Bersih SPPG