Suara.com - Pedangdut Lesti Kejora harus menjalani tes visum untuk membuktikan dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya Rizky Billar.
Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi membenarkan bahwa pihaknya melakukan visum soal kasus dugaan KDRT yang menimpa Lesti.
Namun AKP Nurma belum menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil visum Lesti lantaran masih menunggu dari pihak rumah sakit.
"Kami sudah lakukan visum. Itu untuk barang bukti yang dilaporkan. Nanti tunggu dulu dari pihak rumah sakit," katanya Kamis (29/9/2022) dikutip dari suara.com.
Untuk saat ini, polisi juga belum menjelaskan lebih detail terkait laporan Lesti Kejora. Kronologis hingga bentuk KDRT yang dilakukan juga belum diketahui.
Pemeriksaan visum memang umum dilakukan untuk membuktikan tindakan kekerasan fisik maupun seksual. Pemeriksaan yang dilakukan berupa tes seksual, fisik, juga mental. Kemudian, laporan tertulis nantinya harus dikeluarkan oleh penyedia layanan kesehatan berdasarkan pemeriksaan terhadap korban.
Dalam laporan yang ditandatangani oleh dokter yang berwenang, terdapat rincian kondisi kesehatan fisik dan psikis korban yang diperiksa. Kemudian laporan tersebut digunakan sebagai alat bukti di pengadilan. Bila pelaku kekerasan belum diketahui, pemeriksaan itu juga bisa membantu untuk proses pencarian pelaku.
Dikutip dari Hello Sehat, korban perlu melapor kepada pihak kepolisian agar bisa mendapatkan laporan visum. Setelah itu, penyidik dari kepolisian atau hakim akan mengajukan permintaan visum kepada layanan kesehatan.
Setelah itu, korban akan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter dan tenaga medis. Dokter nantinya membuatkan laporan tertulis, yaitu hasil visum, untuk diberikan pada penyidik.
Baca Juga: Lesti Kejora Dikabarkan Alami KDRT dari Rizky Billar, Warganet: Jangan Dibuat Bercanda
Umumnya, pemeriksaan visum akan berlangsung di rumah sakit, klinik, atau Puskesmas yang sudah ditunjuk oleh penyidik. Selama pemeriksaan berlangsung, korban biasanya akan ditemani petugas kepolisian, keluarga, atau kerabat terdekat.
Berikut rangkaian prosedur visum yang biasanya dilakukan:
1. Kondisi kesehatan secara umum
Pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum tentu dilakukan saat tiba di layanan penyedia kesehatan. Misalnya, apakah korban datang dalam keadaan sadar, tetapi tampak kebingungan, panik, atau gelisah.
Bila korban memerlukan pertolongan darurat akibat luka berat atau kondisi mental yang tak terkendali, petugas wajib memberikan pertolongan. Hal itu dilakukan sebelum melanjutkan visum agar proses pemeriksaan berjalan lancar.
2. Pemeriksaan fisik
Berita Terkait
-
Kejutan! Lesti Kejora Bakal Meriahkan Konser 30 Tahun UNGU, Cek Harga Tiketnya
-
Edukasi Pencegahan KDRT: FH UNY Gandeng 'Aisyiyah Sewon Utara Perkuat Relasi Keluarga Sakinah
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Bintang Sinetron Evan Marvino Diduga Aniaya Istri, Tak Terima saat Ditagih Uang Nafkah
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?