Ia mengemukakan bahwa tidak mudah menyelenggarakan perhelatan seni budaya sebagaimana Festival Lima Gunung, yang tidak mengandalkan bantuan dana dari pemerintah dan sponsor dari pengusaha atau kalangan elite.
"Ini tidak mudah memang, memberikan motivasi di mana teman-teman di sini bisa mempunyai kesadaran, motivasi," katanya.
Mereka yang bekerja untuk menyukseskan festival itu, Memet menuturkan, mengerjakan berbagai hal dengan kesadaran dan tanpa pamrih sehingga merasakan kebersamaan dalam hajatan seni budaya tersebut.
Ia juga mengemukakan bahwa Festival Lima Gunung XXI/2022 akan lebih bermakna karena dua tahun sebelumnya ada pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi COVID-19.
Selama pandemi, Komunitas Lima Gunung tetap melaksanakan festival, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan penyakit tersebut.
"Mungkin (FLG tahun ini) akan lebih bermakna, terutama pada masyarakat di mana selama ini kita selalu dibatasi," ucap Memet.
"(Setelah penularan COVID-19 reda) ada kerinduan untuk hadir pada sebuah peristiwa besar. Festival ini sebuah peristiwa yang sangat langka dan langgeng," pungkasnya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Intensitas Guguran Lava Gunung Merapi Menurun, Sepekan Hanya 7 Kali
-
Kisah Kaum Beku Peristiwa 1965 di Magelang, Dihukum Berendam di Parit Tengah Malam
-
Kisah Pria Asal Magelang Naik Haji Pakai Sepeda, 8 Bulan Sampai Mekkah: Haji Mabrur!
-
Satu Mobil Ringsek dan Terbalik Usai Terlibat Tabrakan di Kawasan Medari
-
Putri Candrawathi Korban Palsu Kasus Pelecehan, Itu Kata LPSK
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana