Suara.com - Penyanyi Pamungkas menyampaikan klarifikasi terkait dugaan phone harassment atau pelecehan seksual via telepon, setelah viral video gesek- gesek handphone ke alat vital saat manggung.
Menurut Pamungkas itu adalah salah satu fan service atau layanan dari artis atau idola kepada penggemarnya. Selaiknya foto bareng dan permintaan video ucapan ulang tahun.
"Itu video yang di-screen record dipotong dan digoreng. Itu fanservice, sama aja kayak setelah manggung nungguin foto bareng, setelah foto 40 kali, minta video ucapan ulang tahun. Itu namanya fan service," jelas Pamungkas melalui video klarifikasi di instagram story-nya dikutip suara.com, Senin (10/10/2022).
Menurut Pamungkas, dibanding aksinya esek-esek handphone, ada juga aksi panggung yang lebih parah seperti peragaan aktivitas seksual disemprotkan penonton, angkat gelas berisi alkohol.
"Ada juga setiap lagu yang sama diajak fans perempuan naik ke atas dipeluk-peluk, kok lo pada diem aja. Waktu gue handphone disebut phone harassment, lalu (disebut) nggak ada etikanya," sambung Pamungkas.
Hasilnya banyak orang yang penasaran apa sih phone harassment itu? Apakah yang dilakukan Pamungkas bisa disebut sebagai pelecehan seksual lewat telepon?
Mengutip Net Safe, pelecehan seluler atau phone harassment adalah pesan suara, panggilan telepon atau pesan teks, video maupun foto yang tidak diinginkan dan membuat penerimanya merasa dilecehkan, terancam, tersiksa, dipermalukan atau menjadi korban.
Adapun phone harassment ini cenderung mengintimidasi yang wujudnya bisa dalam berbagai bentuk, seperti pesan kasar atau menyinggung yang diterima sekali atau berulang kali.
Bisa juga pesan dalam jumlah banyak yang dibombardir, atau mengirim 25 pesan sekaligus setiap hari. Pesan foto atau video menyinggung maupun menjengkelkan.
Termasuk pesan berisi ancaman dan pesan yang tidak diinginkan terus menerus.
Adapun pesan teks berisi pelecehan jika di dalamnya mengandung unsur Komentar seksual tentang tubuh Anda, ajakan seksual, sentuhan seksual, grafiti seksual, isyarat seksual, lelucon kotor seksual.
Teks pelecehan bisa juga berupa menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain, menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain.
Bisa juga berbicara kegiatan seksual sendiri di depan orang lain, menampilkan gambar, cerita atau benda seksual melalui pesan suara, teks, maupun video.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
4 Rekomendasi Bedak Red-A Murah untuk Makeup Harian, Mulai Rp14 Ribuan
-
5 Pilihan Daily Foundation Viva Cosmetics untuk Makeup Natural Sehari-hari
-
4 Zodiak yang Diprediksi Dapat Energi Positif dan Keberuntungan pada 8 Mei 2026
-
Bahaya Sepatu Kekecilan bagi Kesehatan Kaki dan Tips Memilih Ukuran Tepat
-
4 Shio yang Diprediksi Penuh Keberuntungan dan Energi Positif pada 8 Mei 2026
-
Jerawat Punggung Muncul karena Apa? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Daftar Harga Facetology Sunscreen Terbaru 2026, Tawarkan Triple Care
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan