Suara.com - Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober menjadi momen untuk mengingatkan dampak negatif dan beban yang dirasakan masyarakat miskin dan rentan karena krisis pangan.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebut Hari Pangan Sedunia 2022 mengusung tema “Jangan tinggalkan satu orang pun: Produksi yang Lebih Baik, Nutrisi yang Lebih Baik, Lingkungan yang Lebih Baik, dan Kehidupan yang Lebih Baik”. Tema ini lahir karena dunia menghadapi tantangan ketahanan pangan yang besar akibat dari konflik, krisis ekonomi, darurat iklim, degradasi lingkungan, dan dampak lanjutan dari COVID-19.
Harga pangan telah melonjak ke rekor tertinggi tahun ini; pupuk menjadi terlalu mahal bagi banyak petani, dan jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan terus meningkat. Dan seperti yang sudah-sudah, yang paling terpukul adalah mereka yang paling miskin.
“Kenaikan harga pangan mempengaruhi kita semua, tetapi dampaknya paling dirasakan oleh mereka yang rentan dan oleh negara-negara yang sudah mengalami krisis pangan”, kata Rajendra Aryal Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste.
Saat ini 3,1 miliar orang di seluruh dunia masih tidak mampu membeli makanan yang sehat. Kelaparan terus meningkat. Ini mempengaruhi 828 juta orang pada tahun 2021 – meningkat sekitar 46 juta orang sejak 2020 dan 150 juta sejak 2019.
Hanya dalam dua tahun, jumlah orang yang rawan pangan telah meningkat dari 135 juta (2019) menjadi 193 juta (2021), dan 2022 kemungkinan akan terbukti lebih buruk. Sekitar 970.000 orang diperkirakan akan hidup dalam kondisi kelaparan di lima negara (Afghanistan, Ethiopia, Somalia, Sudan Selatan dan Yaman) – sepuluh kali lebih banyak dari enam tahun lalu ketika hanya dua negara yang masyarakatnya menghadapi kondisi serupa.
“Petani kecil dan nelayan harus menjadi pusat transformasi sistem pertanian pangan global. Kita membutuhkan pekerjaan dan layanan pedesaan yang layak, serta mengakhiri pekerja anak dan mendorong kesetaraan gender untuk mendukung masyarakat pedesaan, yang merupakan penjaga sebagian besar keanekaragaman hayati bumi," Aryal menambahkan lebih lanjut.
Untuk menghormati janji tidak meninggalkan siapa pun, sangat penting bagi kita mengubah sistem pertanian-pangan menjadi lebih efisien, lebih inklusif, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan untuk produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik untuk semua.
“Pertanian adalah salah satu intervensi kemanusiaan yang paling hemat biaya," tambah Aryal.
Baca Juga: 3 Cara Wujudkan Pangan Berkelanjutan: Bisa Kurangi Food Waste
Aryal juga meminta peran negara-negara G20 untuk menggalang solidaritas bagi negara-negara yang lebih rentan. Lebih banyak biaya diperlukan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Dan sangat penting untuk memastikan dukungan mata pencaharian masyarakat yang efektif, terkoordinasi dengan baik dan tepat waktu serta memperhitungkan musim tanam dan musim produksi ternak yang kritis.
“Fokusnya harus mendukung negara-negara yang berisiko kelaparan dan kekurangan gizi,” tutup Aryal.
Berita Terkait
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Dari Krisis Usia Petani ke Peluang Baru bagi Anak Muda Indonesia
-
Bukan Cuma Kekeringan, Banjir Ekstrem Ternyata Sama Mematikannya untuk Padi
-
Bali Jadi Contoh: Kolaborasi Ini Atasi Krisis Pangan, Selamatkan Ribuan Porsi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Awal Februari Makin Seru, Deretan Promo Produk Kecantikan dan Lifestyle Sayang Dilewatkan
-
Link Download Epstein Files PDF yang Diduga Berjumlah 3 Juta Halaman
-
Jelang Imlek 2026, Nuansa Lunar New Year Khas Korea Hadir Penuh dengan Promo Menarik
-
5 Rekomendasi Lip Cream Tahan Lama, Mulai Rp20 Ribuan Warna Awet Seharian
-
Berapa Kekayaan Jeffrey Epstein yang Jadi Biang Kerok Epstein Files?
-
6 Shio Paling Hoki dan Mujur Hari Ini 4 Februari 2026, Ada Ular dan Babi
-
3 Zodiak yang Mengalami Kebahagiaan Tak Terduga Mulai 4 Februari 2026
-
Wajib Lihat! Pantjoran PIK Sulap Imlek Jadi Festival Cahaya dengan Barongsai LED dan Naga UV
-
Terpopuler: Cara Akses Dokumen Epstein hingga Sepeda Lipat Alternatif Brompton
-
7 Sepatu Running Lokal Kembaran Asics Ori, Bukan KW tapi Kualitas Dunia