Suara.com - Artis senior Nani Wijaya tentu sudah tak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Beliau telah membintangi banyak judul film sejak puluhan tahun yang lalu.
Belakangan beredar foto lawas Nani Wijaya yang pernah dimuat oleh surat kabar lawas pada tanggal 23 September 1965 silam.
Pada foto hitam putih yang diunggah kembali oleh akun Facebook resmi Perpustakaan Nasional itu, Nani Wijaya tampak tersenyum manis dengan gaya rambut diikat ke bagian belakang.
"Si manis Nanny Widjaja,"tulis keterangan yang ada pada foto tersebut.
Akun Perpustakaan Nasional menjelaskan bahwa Nani Wijaya pernah membintangi film "Njanjian di Lereng Dieng" pada 1960-an.
Setelah itu, Nani Wijaya sempat menghilang di industri hiburan untuk beberapa saat. Meski begitu, Nani Wijaya kembali tampil di salah satu acara festival film.
"Nanny muncul dalam acara Festival Film Perbankan, di mana ia hadir bersama dengan WD Muchtar untuk mendengarkan hasil-hasil festival. Adapun usut punya usut menghilangnya Nanny pada saat itu karena ia sibuk mengikuti rombongan kesenian Indonesia Tanzania di bawah pimpinan Menteri PDK Ny. Artati Mardjuki Sudirdjo," tulis akun Perpustakaan Nasional.
Nani Wijaya sudah membintangi film berjudul Darah Tinggi pada 1960. Setelah itu, ia sangat aktif dalam beradu akting di puluhan sinetron dan film.
Dikutip dari Wikipedia, Nani Wijaya diberi penghargaan Lifetime Achievement Award pada Festival Film Bandung 2010 dan Indonesian Drama Series Awards 2022.
Baca Juga: ART Dipecat Usai Sebar Video Kondisi Terkini Nani Wijaya
Ia menyabet penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di beberapa gelaran Festival Film Indonesia. Kondisi Nani Wijaya terkini pernah diperlihatkan oleh sang ART di TikTok.
Banyak artis yang mengkhawatirkan kondisi Nani Wijaya dan memutuskan untuk menjenguk. Sang anak dari Nani Wijaya, Nina Kartika, memberikan klarifikasi yang menyatakan bahwa kondisi Nani Wijaya tak seperti berita viral sebelumnya.
Nani Wijaya saat itu sedang bangun tidur sehingga nampak lesu dan mengkhawatirkan. Dikutip dari Suara.com, ART dari Nani Wijaya akhirnya dipecat karena menyebarkan video viral tanpa izin di TikTok.
Postingan foto jadul mengenai Nani Wijaya di tahun 1960-an ini mendapat beragam komentar dari warganet.
"Gadis manis tempo dulu. Semua orang senang memandangnya," puji salah seorang warganet.
"Wow, fotonya diambil 7 hari sebelum G30S/PKI," komentar akun lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?