Suara.com - Kuahnya segar dan mantap, tidak sedikit tentunya orang-orang yang ketagihan ketika pertama kali mencicipi Coto Makassar.
Coto Makassar ini dibuat dari potongan jeroan sapi yang sudah direbus dalam waktu cukup lama. Rebusan jeroan sapi tersebut setelah matang, kemudian akan diiris menjadi bagian yang lebih kecil kemudian diolah dengan bumbu khusus hingga menjadi Coto Makassar.
Jika kesulitan mencarinya, Anda bisa mencoba membuat Coto Makassar ini di rumah lo. Nah, Lita jebolan Master Chef Indonesia 5 ini punya rahasia resep Coto Makassar anti amis yang bisa dicoba di rumah.
Untuk tahapan lebih lengkapnya, yuk simak resep Coto Makassar anti amis yang telah dihimpun dari YouTube Mama Lita Channel dan laman Hops.id---Jaringan Suara.com.
Bahan bumbu halus Coto Makassar
- Bawang merah, bawang putih
- Jahe, kemiri, pala
- Jinten, ketumbar (kalau tidak ada bisa diganti bubuk ketumbar, boleh yang butiran).
- Merica
Bahan bumbu cemplung ala Mama Lita
- Serai,laos dan daun salam tanpa pakai daun jeruk.
- Kacang tanah yang sudah dihaluskan
- Daging Sapi
- Jeroan
Setelah semua bahan tersedia, tahap pertama berdasarkan ide mama Lita kita haluskan semua bumbu halus pakai blender atau bisa juga diulek.
Jangan lupa saat blender bumbu halus ditambahkan sedikit minyak. Setelah itu bumbu pindahkan ke wajan siap untuk ditumis.
"Karena tadi aku blendernya sudah pakai minyak, waktu tumis tidak aku tambah minyak lagi," kata Lita.
Baca Juga: Coto Makassar Menu Andalan Lebaran yang Juga Digemari Para Pejabat
"Setelah itu kita masukkan serai, daun salam dan laos. Sambil nunggu bumbunya matang aku mau kasih tips ke kalian gimana cara mengolah jeroan agar tidak bau amis," tambahnya.
Menurut Lita, setelah beli jeroan wajib untuk dicuci bersih. Saat mencuci itu biasanya pakai air kapur sirih serta pakai jeruk nipis juga.
Jadi awalnya pakai air biasa nyucinya, setelah itu dicuci lagi menggunakan air kapur sirih, bilas. Lalu dicemplungin ke air jeruk nipis sampai terasa kesat, bilas lagi.
"Setelah itu direbus atau dipresto pakai daun salam, serai dan garam, juga daun jeruk," imbuhnya.
Balik lagi ke tahapan tumis bumbu, chef cantik ini juga memberikan tips jika saat menumis sebaiknya pakai api sedang saja, biar kematangan bisa sempurna.
Tidak ada namanya gosong, wangi bumbu juga enak banget.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing
-
Peritel Fashion Mulai Kenakan Biaya Retur, Bisakah Benar-Benar Kurangi Limbah?
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Jangan Buru-buru Beli Baru
-
Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 Bareng Telkomsel dan MAXStream, dari Sumatra hingga Maluku
-
Urutan Skincare yang Benar Harus Double Cleansing? Ini Kata Dokter Kulit untuk Jaga Skin Barrier
-
Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP
-
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir dan Tahun, Cek Hitungan Neptu dan Arti Watak
-
5 Barang yang Dilarang Ada di Rumah Menurut Feng Shui, Diyakini Bisa Bawa Sial
-
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan
-
Mengapa Fast Fashion Masih Diminati Meski Berdampak Buruk bagi Lingkungan?