Suara.com - Tidak bisa sembarangan, skincare yang cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat berbeda dengan produk perawatan kulit lainnya. Masa iya?
Kulit berminyak dan berjerawat menjadi salah satu masalah yang sering dialami banyak orang. Ketika kulit wajah berminyak dan berjerawat, ini juga akan memengaruhi penampilan seseorang.
Kulit berminyak biasanya terjadi karana kecenderungan genetik. Ini adalah jenis kulit yang Anda miliki sejak lahir. Ketika minyak ini mengumpul, ini akan memunculkan jerawat pada wajah yang sangat mengganggu.
Selain itu, kulit yang berminyak dan berjerawat akan memengaruhi tingkat percaya diri seseorang. Pasalnya ketika kulit berminyak dan berjerawat, wajah jadi akan terlihat kusam.
Ketika memiliki kulit berminyak ataupun berjerawat, biasanya beberapa orang akan melakukan berbagai cara untuk bisa mengatasi kedua masalah ini. Namun, pada beberapa orang justru perawatan yang dilakukan kerap salah sehingga malah membuat kondisi semakin buruk.
Lantas sebenarnya apa saja sih skincare yang dibutuhkan untuk mengatasi wajah berminyak dan berjerawat?
Melansir laman The Gaggler, berikut beberapa skincare yang dibutuhkan untuk mengatasi kulit berminyak dan berjerawat.
1.Cleanser
Cleanser menjadi skincare yang digunakan untuk membantu mengatasi kulit berminyak dan berjerawat. Cleanser membantu menghilangkan minyak berlebih dan menghindari penumpukan di pori-pori. Dengan begitu, kulit juga akan terhindar dari dari jerawat akibat minyak yang menumpuk.
Baca Juga: Hasil Survei: 98 Persen Wanita Setuju Pria Butuh Perawatan Kulit
2. Toner
Setelah cleanser, penggunaan toner dapat membantu mengatasi kulit berminyak dan berjerawat. Toner merupakan eksfoliasi bebas alkohol yang diformulasikan dengan baik akan mengisi kembali kulit dengan antioksidan serta bahan-bahan yang menenangkan. Selain iru, penggunaan toner juha membantu meminimalkan munculnya pori-pori yang membesar pada wajah jerawat.
3. Moisturiser atau pelembab
Sering ada ungkapan kalau kulit yang berminyak tidak memerlukan pelembab. Namun, kulit yang berminyak juga perlu tetap terhidrasi dengan baik. Hal ini akan menjaga dermis bekerja dengan baik dan sehat.
Tingkat hidrasi yang tepat pada kulit, penting untuk menjaganya tetap berfungsi dan beregenerasi dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, saat memilih pelembap, fokuskan pada formulasi berbahan dasar air yang bebas minyak dan ringan, yang secara efektif akan melembabkan kulit tanpa menyumbat pori-pori atau meninggalkan rasa berat dan minyak di wajah.
4. SPF atau tabir surya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Kenapa Paskah Identik dengan Telur dan Kelinci? Begini Asal-Usulnya
-
Cara Exfoliating Toner agar Kulit Tak Iritasi, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Aman untuk Pemula
-
Urutan Skincare Wardah Acnederm Pagi dan Malam untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya
-
APPMI DKI: Isu BBM Naik Bikin Warga Menahan Belanja Baju Lebaran 2026 Lalu
-
5 Sunscreen Stick untuk Re-Apply saat Pakai Makeup, Cocok untuk Pekerja Kantoran
-
Kenalan sama Godzilla El Nino, Fenomena Iklim Dampaknya Sampai Indonesia?
-
7 Skincare Bengkoang untuk Mencerahkan Wajah, Kulit Glowing Mulai Rp6 Ribuan
-
Bolehkah Retinol dan Niacinamide Dipakai Bersamaan? Ini Panduannya
-
Bikin SKCK Bayar Berapa? Cek Biaya Resmi Terbaru dan Syarat Lengkapnya di Sini!
-
5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental