Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan bus kerap dipandang sebelah mata sebagai sarana transportasi, terutama ke tempat wisata. Tapi, belakangan trennya justru meningkat dan membaik.
“Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dan digitalisasi khususnya di sektor transportasi, kami melihat adanya peningkatan minat yang tercermin pada peningkatan transaksi bus dan travel," kata CEO of Transport, Iko Putera Traveloka, dala keterangannya baru-baru ini.
Memasuki periode akhir tahun 2022, Iko mengatakan bahwa pihaknya melihat adanya peningkatan minat masyarakat untuk bepergian menggunakan moda transportasi bus dan travel, khususnya untuk wilayah Jawa dan Sumatera yang meningkat hampir 3 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2020.
Peningkatan minat konsumen pada produk bus dan travel didasari oleh beberapa faktor seperti; titik keberangkatan dan jangkauan destinasi lebih dekat dengan konsumen, harga tiket bus yang lebih terjangkau, serta ragam tipe bus yang semakin bervariasi (luxury bus, sleeper bus, captain seat, single seater).
"Kebutuhan tersebut juga menjadi landasan inovasi kami dalam menjamin kelengkapan serta ketersediaan produk bus, dimana informasi mengenai tipe maupun jenis armada bus, pilihan jadwal, dan rute bus dapat dengan mudah ditemui di Traveloka," kata dia.
Ia melanjutkan, peningkatan mobilitas konsumen pada sektor transportasi terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring dengan pelonggaran pembatasan dan tingginya minat masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi berhasil tumbuh lebih dari 21% pada kuartal II-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, Kemenhub juga mencatat peningkatan yang signifikan pada angkutan bus, dimana jumlah penumpang pada bulan Mei tahun 2022 mencapai 194.890 penumpang atau meningkat sebesar 210,5% jika dibandingkan dengan hari biasa pada bulan April sebesar 62.760 penumpang.
Peningkatan mobilitas konsumen di tingkat nasional juga tercermin melalui data internal Traveloka mengenai tren para pengguna yang melakukan perjalanan dengan bus, dimana terjadi peningkatan pemesanan pada rute-rute baru tidak hanya kota-kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera, namun juga melihat tren positif di Sulawesi.
“Beberapa kota besar seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Malang, Bandung masih menjadi destinasi favorit. Sedangkan untuk Pulau Sumatera, Bandar Lampung, Palembang, Medan, Padang, dan Pekanbaru juga menjadi pilihan. Yang menarik, kami juga melihat tren positif pada kota-kota lainnya seperti Makassar, Tana Toraja dan Mamuju. Hal ini menunjukkan bahwa kuatnya penetrasi digital dan pemanfaatan teknologi sudah mulai tersebar ke daerah lainnya sehingga sudah semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan memesan bus secara online”, tambah Iko.
Baca Juga: Bus Trans Metro Deli Terbakar di Medan, Sopir dan Penumpang Keluar Menyelamatkan Diri
Iko lebih lanjut juga mengataka bahwa pihaknya juga memahami bahwa faktor kenyamanan menjadi salah satu hal penting bagi penumpang bus, khususnya mereka yang bepergian dengan jarak jauh. Kebutuhan ini direspon baik oleh mitra Perusahaan Otobus (PO) Bus yang senantiasa melengkapi ketersediaan mereka di aplikasi Traveloka.
Saat ini setidaknya sudah ada PO Bus Sinar Jaya, Damri, Unicorn, 27Trans, Agra Mas, Nusantara, Tami Jaya, NPM, Sumber Alam, Handoyo, Epa Star dan lain-lain yang menyediakan jenis single seater, luxury, sleeper bus dan captain seat, dengan destinasi favorit Palembang, Yogyakarta, Magelang, Denpasar, Jakarta. Antusiasme penumpang bus untuk tipe tersebut juga terlihat pada peningkatan lebih dari 30% minat penumpang selama periode Oktober-November 2022, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
5 Tradisi Lebaran dari Berbagai Negara: Indonesia Lebih Unik dari yang Lain?
-
Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu
-
Apakah Anak Umur 1 Tahun Wajib Zakat Fitrah? Begini Penjelasan Hukumnya
-
Sah! 1 Syawal 1447 H Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Lebaran 2026
-
Berapa Bayar Zakat Fitrah 2026? Ini Besaran dan Batas Akhir Pembayarannya
-
5 Tips Mengelola Uang THR Anak dengan Bijak agar Tetap Bisa Ditabung
-
Pemerintah Lebaran Tanggal Berapa? Ini Link Pantau Hasil Sidang Isbat Idulfitri 2026
-
5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal
-
Niat Mandi Sunnah Salat Idul Fitri, Ini Tata Cara dan Penjelasannya
-
Berapa Kekayaan Michael Bambang Hartono? Bos Djarum Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia