Suara.com - Kue keranjang merupakan salah satu menu wajib dalam perayaan Imlek. Jika dalam bahasa Mandarin dikenal dengan nama Nian Gao, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menyebutnya sebagai dodol. Padahalnya, nyatanya mereka merupakan dua camilan yang berbeda. Memangnya, apa saja perbedaan kue keranjang dan dodol?
Sama-sama memiliki cita rasa manis dan legit, apa yang membedakan dodol dan kue keranjang?
Perbedaan bahan dodol dan kue keranjang
Perbedaan kue keranjang dan dodol bisa dilihat dari bahan yang digunakan. Bahan utama pembuat dodol adalah gula merah yang kemudian dibentuk memanjang dan dibungkus dengan plastik. Sementara itu, kue keranjang justru tidak dibuat dengan gula merah melainkan gula pasir.
Dodol juga diolah kerap diolah menjadi berbagai varian seperti dodol durian, ketan hitam, dan rasa buah-buahan lainnya. Sementara itu, kue keranjang selama ini banyak ditemukan dalam bentuk original.
Dodol dibuat dengan mencampur tepung ketan, gila, dan santan. Bahan tersebut kemudian dimasak sampai kental dan bisa dicetak.
Namun, kue keranjang dibuat dari tepung ketan dan gula pasir saja, tanpa santan kental. Setelah itu, bahan kue keranjang akan dibuat menjadi karamel lalu dikukus selama 8–10 jam sampai padat dan matang.
Perbedaan makna nama dodol dan kue keranjang
Dilansir dari laman The Woks of Life, pemberian nama nian gao merupakan ungkapan sebuah doa semoga tahun yang baru membawa keberuntungan yang lebih baik. Itulah mengapa kue ini hampir selalu disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Baca Juga: Resep Kue Keranjang Goreng, Nikmatnya Cuma Modal 3 Bahan
Filosofi dodol adalah doa supaya adanya permasalahan dalam rumah tangga selalu bisa dihadapi. Selain itu cara pembuatan dodol dengan gotong royong juga diartikan bahwa dalam rumah tangga harus selalu ada kerjasama.
Perbedaan lama simpan dodol dan kue keranjang
Meski termasuk dalam salah satu jenis kue semi basah, dodol bisa disimpan dalam waktu lama, bahkan mencapai tiga bulan. Namun tentu saja, Anda harus mengikuti petunjuk penyimpanan dari masing-masing jenis dodol yang mungkin berbeda.
Sementara itu, lama simpan kue keranjang bisa mencapai satu tahun. Namun biasanya Anda hanya disarankan untuk menyimpan selama 5–6 bulan. Sebab saat disimpan terlalu lama, tekstur dodol bisa menjadi lebih keras.
Demikian beberapa perbedaan kue keranjang dan dodol. Tentu saja keduanya ini sama-sama sangat diminati pecinta makanan manis. Namun jika Anda mencari rasa gurih, Anda mungkin akan lebih menyukai dodol karena adanya bahan santan di dalamnya.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas
-
Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026
-
Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
-
Kurir Sabu Berkedok Kondektur Bus Ditangkap, Barang Bukti Disembunyikan di Botol Permen
-
Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Minky Momo Rilis OVA Baru, Soroti Kekuatan Mimpi dan Harapan di Era Digital
-
Kronologi Kakek 70 Tahun Tewas Saat Kencan di Hotel Parangtritis
-
Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas