Suara.com - Di balik restorannya yang sempat viral karena pelayanan uniknya, rupanya Karen’s Diner memiliki kisah menyedihkan di dalamnya.
Pasalnya, baru-baru ini salah satu pelayan Karen’s Diner bernama Bella mengungkapkan, dirinya sering mendapatkan komentar-komentar buruk mengenai fisiknya alias body shaming.
Dalam potongan Youtube yang diunggah di akun Tiktok Nadia Alaydrus, Bella mengaku tubuhnya yang besar sering menjadi bahan ejekan oleh para pelanggan. Bahkan, beberapa menyebutkan kalau seorang waitress seharusnya tidak gendut.
Sementara itu, Bella sendiri mengaku selalu membela dirinya kala itu. Hanya saja, ucapan dari para pelanggan mengenai fisiknya terkadang membuatnya sakit hati.
“Ada yang body shaming, ‘kok lu gendut banget sih jadi waitress’, ‘terus kenapa gitu’ aku jawab ‘emang enggak boleh kerja ya orang gendut’ gitu,” ungkap Bella dalam video yang diunggah Sabtu (7/1/2023).
Tidak hanya itu, beberapa pelanggan juga menyebutnya tidak pantas bekerja di restoran tersebut. Parahnya lagi, teman Bella yang juga pelayan di Karen’s Diner disebut “Gas” oleh pelanggan.
“Elu gendut banget, enggak pantes tahu kerja di sini,” sambung Bella.
Unggahan tersebut membuat warganet merasa kasihan. Ada juga yang merasakan hal serupa dengan Bella karena memiliki tubuh besar. Beberapa warganet juga berkomentar kalau tidak seharusnya ia mendapatkan body shaming. Apalagi, dampak dari body shaming bisa memberikan hal buruk bagi orang tersebut.
Lantas apa saja sih dampak yang ditimbulkan dari perilaku body shaming terhadap korban? Melansir laman Helpguide, berikut beberapa dampak dari perilaku body shaming.
Baca Juga: Song Hye Kyo Alami Body Shaming Gegara Buka-bukaan di 'The Glory'
1. Gangguan Makan
Body shaming akan memengaruhi pikiran seseorang terhadap dirinya sendiri. Hal ini akan memengaruhi nafsu makan orang tersebut. Akibatnya, ada kemungkinan orang tersebut mengalami gangguan makan yang berisiko pada kesehatannya sendiri.
2. Gangguan Dismorfik Tubuh (BDD)
Gangguan dismorfik tubuh merupakan kondisi seseorang yang terobsesi dan cemas berlebihan dengan penampilannya. Mereka akan selalu berusaha mencegah kesalahan pada penampilannya. Bahkan, beberapa kondisi membuat penderitanya menolak melihat cermin.
Hal ini karena orang tersebut merasa malu dengan dirinya. Mereka akan berusaha untuk menghindari aktivitas sosial agar tidak mendapat penilaian dari penampilannya. Kondisi ini jika berlarut juga bisa membuat seseorang alami depresi hingga bunuh diri.
3. Olahraga berlebih
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus
-
6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda
-
Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta
-
Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026
-
YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah
-
Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?
-
Di Tengah Penatnya Jakarta, Nyanyi Bareng Jakarta Bangun Komplek Digital untuk Saling Terhubung