Suara.com - Masyarakat Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek 2574 pada akhir pekan ini. Salah satu kelenteng di Jogja, yakni Kelenteng Poncowinatan, disebut akan menyelenggarakan ibadah secara terbuka dan tanpa ada pembatasan sesuai dengan pencabutan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.
Dikutip dari SuaraJogja.id, ada berbagai macam persiapan yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek oleh Klenteng Poncowinatan, seperti membersihkan lingkungan kelenteng dan seisinya. Bagi kamu yang belum mengetahui Kelenteng Poncowinatan dan ingin mengunjunginya untuk beribadah, simak informasinya berikut ini.
Sejarah Kelenteng Poncowinatan
Kelenteng Poncowinatan merupakan kelenteng tertua di Yogyakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1880-an awal. Pembangunan kelenteng ini tidak terlepas dari peran Sri Sultan Hamengkubuwono VII yang menggunakan tanah hibah Keraton Yogyakarta seluas 2.000 meter persegi.
Klenteng ini menghadap ke selatan dengan bangunan berbentuk persegi panjang, dinding terbuat dari bata, tiang berasal dari kayu jati, dan plafon berbahan papan kayu jati. Padasetiap sudut yang melengkung ke atas, terdapat hiasan patung naga.
Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Kelenteng Poncowinatan dibagi menjadi beberapa ruangan, seperti ruangan suci utama terdapat patung Kwan Tie Koen (Dewa Keadilan), bedug, lonceng, dan alat perlengkapan ibadah lainnya yang dikelilingi ruang-ruang pemujaan dewa atau disebut altar. Terdapat 18 altar yang digunakan sebagai tempat ibadah sesuai dengan dewanya.
Sementara itu, sebelah timur ruang suci utama, terdapat ruang pemujaan yang di dalamnya terdapat patung Fuk Ten Cen Sen (penunggu rumah). Sebelah utara ruang suci utama (belakang), terdapat ruang pemujaan yang berisi patung Dewi Kwan Im (tengah), ruang pemujaan Sidharta Buddha Gautama (di kanan) dan ruang pemujaan Manjusri Bodhisatwa (di kiri).
Dilansir dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kelenteng Poncowinatan ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui Permenbudpar RI No. PM.07/PW.007/MKP/2010.
Bagi kamu yang ingin mengunjungi salah satu kelenteng di Jogja ini, Kelenteng Poncowinatan beralamat di Jalan Poncowinatan No. 16, Jetis, Kota Yogyakarta, hanya 400 meter dari Tugu Jogja.
Baca Juga: Excelso Buka Gerai Baru di Joga City Mall, Sajikan Beragam Menu Anyar yang Patut Dicoba
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
-
Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia
-
Dari Motor ke KRL: Langkah Kecil Anak Rantau untuk Bumi yang Lebih Baik
-
Paham Prosedur TPPU, Eks Jampidsus Febrie Tanya Kejagung: Apa Tindak Pidana Asal Kasus Saya?
-
KPK Periksa Plt Gubri SF Hariyanto Terkait Temuan Uang di Rumah Dinasnya
-
Hattrick Lawan Kamboja, Mitchell Baker Ungkap Peran Besar Orang di Balik Layar
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Tega! Penjaga Sekolah di Bintan Peras 10 Siswa SD, Uangnya Dipakai Buat Judi Online