Suara.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan hujan. Biasanya pada hari Imlek, cuaca selalu mendung dan hujan. Namun, rupanya turunnya hujan ini juga yang diharapkan bagi masyarakat keturunan Tionghoa.
Lantas sebenarnya apa makna hujan itu sendiri dan bagaimana apakah akan memberikan kesialan jika tidak turun?
Melansir laman ABC, Wakil Presiden Cairns dan Asosiasi Cina Distrik, Nathan Lee Long mengatakan, pada dasarnya hal ini kembali kepada kepercayaan masing-masing. Bagi sebagian masyarakat, hujan lebat yang dibawa topan Dylan dapat menandakan kemakmuran di tahun mendatang.
Beberapa masyarakat, khususnya di Cina percaya, air atau hujan merupakan simbol keberuntungan. Oleh sebab itu, ketika turun hujan pada perayaan Tahun Baru Imlek dapat menjadi simbol keberuntungan.
"Air, air mengalir atau hujan adalah simbol keberuntungan di China dan Anda paling sering melihatnya di tempat-tempat di mana takhayul cukup lazim, air mengalir, air mancur, air terjun, jadi hujan menjelang Tahun Baru Imlek juga merupakan tanda semoga berhasil," ucap Nathan Lee Long.
Semakin deras hujan, maka akan ada banyak keberuntungan yang didapatkan. Hal ini sama seperti memberi imbalan. Semakin banyak yang diberi, hal tersebut akan kembali nantinya.
"Semakin banyak hujan semakin baik, seperti halnya dengan apa pun, sama seperti memberi adalah hal yang baik di Cina dan ketika Anda memberi Anda tahu bahwa Anda akan mendapat imbalan, jadi semakin banyak Anda memberi semakin banyak Anda kembali, seperti semakin banyak hujan, semakin banyak keberuntungan,” sambungnya.
Pada dasarnya, tidak ada hujan bukanlah pertanda buruk. Namun, ketika memulai awal tahun dengan hujan, ini akan memberikan keberuntungan yang baik. Dipercaya, hujan juga memberikan kesuksesan serta pertumbuhan.
"Ini adalah pertanda baik dari keberuntungan, untuk memulai tahun dengan hujan,” jelas Nathan Lee.
Baca Juga: Dikerubungi Warga saat Malam Tahun Baru Imlek di Pasar Gede Solo, Ganjar: Ramainya Minta Ampun
Sementara itu, Pakar Fengsui, Angelina Fang mengatakan, tidak ada makna tersendiri dari hujan karena itu hanyalah kepercayaan. Oleh karena itu, jika saat Tahun Baru Imlek tidak hujan, bukan berarti tanda buruk. Pasalnya, baik bagaimanapun disarankan agar setiap orang selalu berpikir hal-hal positif
"Tidak ada makna tertentu, ini adalah kepercayaan saja. Memang disarankan semua berusaha berpandangan positif, yang indah, yang manis dan bagus-bagus di hari ini," jelas Angelina.
Angelina juga menuturkan, hal yang terpenting pada Tahun Baru Imlek yaitu berkumpul dengan keluarga baik hujan maupun tidak. Bahkan, menurutnya, kalau hujan berlebih justru dapat memberikan dampak yang kurang baik nantinya.
“Hujan atau tidak, hari Imlek tersebut tetap dirayakan dengan bahagia bersama keluarga. Hujan pun sebaiknya tidak berlebihan, karena dapat menyebabkan banjir," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Manga Romantis The Dangers in My Heart Resmi Tamat dalam Tiga Chapter Lagi
-
Membaca Bu, Aku Ingin Pelukmu: Beratnya Rindu Ketika Ibu Tak Lagi Ada
-
AC Panasonic Premium Inverter HU Series, AC Hemat Listrik, Cepat Dingin & Udara Lebih Bersih
-
Gudang Buku dan Alat Musik SDN 04 Srengseng Sawah Terbakar, Petugas Damkar Tiba dalam 4 Menit
-
Saepul Rencanakan Mutilasi Depok Demi Gasak Motor Korban
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Dari Rival Jadi Ikon: Jejak Tajam Pemain 'Pengkhianat' di Persib dan Persebaya
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Riset Terbaru: Siram Atap dengan Air Hujan Terbukti Tekan Penggunaan AC saat Gelombang Panas
-
Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Raksasa Rp20,2 Triliun, Pasok Pangan hingga Dukung IKN!