Suara.com - Pasangan selebriti Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca baru-baru ini membagikan sebuah kabar yang kurang enak. Diketahui anak ketiga mereka, Bhai Kaba, dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena serangan asma pada Selasa (14/2/2023) kemarin. Penyebab asma pada anak pun penting untuk diketahui para orang tua.
Zaskia mengungkapkan, pada awalnya Kaba mengalami sesak napas. Ia mengira bahwa gejala tersebut adalah kekambuhan dari penyakit asma yang selama ini diidap anaknya.
Akan tetapi setelah menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi Kaba tak kunjung membaik. Hingga akhirnya, ia harus dirawat di ICU. Rupanya setelah dilakukan pengecekan oleh dokter, Kaba diddiagnosis mengidap penyakit bronkitis.
Diagnosis serta penanganan terhadap anak yang menderita asma, terutama anak usia 5 tahun ke bawah, bukanlah perkara yang mudah. Asma pada anak mempunyai gejala yang sangat beragam dan tingkat keparahan juga berbeda-beda.
Ada anak dengan gejala asma ringan namun terdapat juga anak yang mengalami gejala berat setiap kali asmanya kambuh. Langkah penanganan asma pada anak umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan asma yang dialami anak dan seberapa sering gejala asma kambuh.
Terdapat beberapa anak yang mengalami gejala asma ringan, tapi ada pula yang mengalami gejala cukup berat setiap kali asmanya kambuh. Langkah penanganan asma pada anak umumnya akan disesuaikan terhadap tingkat keparahan asma yang dialami si anak dan seberapa sering gejala asma tersebut kambuh.
Penyebab Asma pada Anak
Penyebab asma pada anak hingga saat ini tidak sepenuhnya diketahui. Akan tetapi, ada kemungkinan jika penyakit ini terjadi lantaran kombinasi dari faktor lingkungan dan juga genetik.
Anak yang mengidap penyakit asma kemungkinan memiliki orang tua atau kerabat yang mengalami kondisi yang sama. Anak yang kelebihan berat badan juga memungkinkan mereka untuk mempunyai kondisi seperti ini.
Baca Juga: Anak Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo Terkena Sakit Bronkitis, Penyakit Apa Itu?
Saat anak mengalami asma, udara di dalam tubuh tidak bergerak lewat paru-paru sebagaimana mestinya. Biasanya, saat seseorang bernapas, udara akan masuk melalui hidung atau mulut, kemudian turun ke tenggorokan atau trakea, lalu masuk ke dalam saluran udara (bronkiolus) paru-paru.
Ketika seseorang bernapas, udara keluar dari tubuh dengan jalur yang berlawanan. Namun pada kondisi asma, udara akan lebih sulit untuk melewatinya. Saluran udara biasanya membengkak bahkan terisi lendir. Otot-otot di sekitar saluran udara pun juga akan mengencang, menyebabkan saluran udara menyempit.
Meskipun belum diketahui secara pasti, terdaoat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena asma, di antaranya:
- Faktor genetik
- Paparan polusi udara yang kotor, seperti asap kendaraan, asap rokok atau menjadi perokok pasif
- Paparan alergi (alergen), misalnya debu, serbuk sari, bulu hewan, dan tungau
- Lahir prematur atau berat badan ketika lahir rendah
- Cuaca yang ekstrem, misalnya suhu udara terlalu dingin
- Infeksi pada saluran pernapasan berulang hingga parah, seperti pneumonia dan bronkitis
- Memiliki riwayat penyakit alergi, seperti minuman, eksim dan alergi makanan
- Memiliki riwayat dari anggota keluarga dengan penyakit asma, eksim, alergi, ataupun rhinitis.
Gejala Asma pada Anak
Gejala asma yang muncul pada anak bisa berbeda-beda. Hal ini menyebabkan asma pada anak sulit terdeteksi. Meskipun demikian, terdapat sejumlah gejala utama yang umumnya muncul ketika seorang anak mengalami serangan asma, yaitu:
- Kesulitan bernapas atau napas napak berat dan lebih cepat
- Napas berbunyi disertai batuk-batuk
- Anak tidak nafsu makan makan atau minum susu
- Kulit terlihat pucat disertai dengan kuku dan bibir kebiruan
- Terlihat lemas dan kurang aktif dari biasanya
- Terlihat tidak bertenaga, mudah lemas atau capek saat beraktivitas
- Otot di sekitar dada dan leher tampak tertarik ketika anak bernapas dan hidung terlihat kembang kempis ketika bernapas
- Anak rewel karena merasa ia sesak atau tidak nyaman di dada
Demikian penjelasan tentang penyebab asma pada anak. Jika kondisi akibat asma semakin memburuk, orang tua sangat dianjurkan untuk segera membawa anak ke dokter. Jangan lupa untuk menyediakan obat asma di rumah!
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
6 Shio Paling Hoki Besok 17 April 2026, Cek Apakah Kamu Termasuk
-
10 Bentuk Alis Perempuan dan Artinya, Mana yang Cocok dengan Karakter Anda?
-
Hari Keberuntungan Setiap Zodiak pada Minggu Ketiga April 2026, Cek Tanggalnya!
-
7 Mesin Cuci Satu Tabung Di Bawah Rp2 Juta, Hemat Listrik dan Awet
-
Apa Itu Zero Growth CPNS 2026? Ini Dampak Ngeri Buat Pelamar
-
Bedak Padat Apa yang Tahan Minyak 24 Jam? Ini 5 Pilihan Biar Gak Bolak-balik Touch Up
-
3 Zodiak Paling Beruntung Dapat Rezeki Nomplok di Pekan Ketiga April 2026
-
Sri Wulansih Kerja Apa Sekarang? Minta Raffi Ahmad Beli Apartemen Julia Perez
-
Berapa Batas Usia Daftar Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih? Cek Syaratnya di Sini
-
Moisturizer Apa yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam? Ini 7 Rekomendasi Produknya