Suara.com - Masalah ruam popok merupakan hal yang tidak jarang dialami oleh Si Kecil. Faktanya, pada tahun 2013 terdapat sebanyak 30 kasus ruam popok dari 1223 kasus baru, sedangkan pada tahun 2014 terdapat 17 kasus ruam popok dari 965 kasus baru di Indonesia.
Dokter spesialis anak dr. S.T. Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, menyampaikan, salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam popok pada bayi yang menggunakan popok sekali pakai adalah dengan perawatan yang maksimal pada area tertutup popok.
Adapun perawatan yang dapat dilakukan, kata dia adalah seperti rutin mengganti popok sehingga kulit tidak terkontaminasi terlalu lama dengan urine, menjaga kulit bayi tetap kering, menggunakan produk perawatan khusus bagi kulit bayi, dan melonggarkan area yang tertutup popok.
"Ini perlu dilakukan sehingga sirkulasi udara di dalam popok tetap baik dan terhindar dari iritasi, khususnya pada area kulit bokong," jelas dia.
Bahkan, masalah ruam popok ini, kata dia tidak hanya mempengaruhi Si Kecil, tetapi turut mempengaruhi Ibu. Gangguan tidur dan kelelahan yang terjadi pada Ibu setelah memiliki anak merupakan sumber masalah fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko stres.
"Banyak Ibu yang memiliki peran ganda di bulan ramadhan. Tidak hanya merawat si kecil, namun juga suami, keluarga dan beberapa diantaranya masih bekerja," ujar Lucky Zheng, Branding Director Makuku memahami hal tersebut.
Beranjak dari masalah ini, Makuku mengajak orang tua di Indonesia untuk saling mendukung dengan membagikan kebahagiaan mereka saat menjalani ibadah puasa bersama Si Kecil. Selain itu, para Ibu juga dapat memberikan pengalaman serta solusi bagi Ibu lain terkait masalah ruam popok pada si kecil melalui akun sosial media.
Melalui kampanye THR atau “Tenang Hadapi Ruam Popok”, orangtua dapat fokus menjalankan ibadah di bulan ramadhan tanpa khawatir anak rewel karena masalah ruam popok. Serta para ibu bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih fokus sambil menjalankan peran sebagai orang tua.
Selain itu, melalui kampanye ini, kata Lucky, pihaknya juga ingin terus mengedukasi orang tua terhadap masalah ruam popok. Kampanye ini akan diadakan mulai tanggal 23 Maret - 12 April 2023 di platform sosial media seperti instagram serta “Makuku Community” event bersama Beeme yang akan diadakan pada 8 April 2023.
Baca Juga: Kronologi Kejamnya Anak Tikam Ibu Kandung di Masjid Sampai Tewas Saat Tadarus Alquran
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah
-
Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah
-
Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch
-
4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!
-
Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
4 Rekomendasi Cleansing Balm Lokal Terbaik untuk Makeup Waterproof, Mulai Rp50 Ribuan
-
'Tidak Benar!' KPK Bantah OTT Pejabat Pemkab Bogor
-
Dukung Guru PPPK Diangkat Jadi PNS, Legislator PDIP Minta Wilayah 3T dan NTT Jadi Prioritas