Suara.com - Artis Nirina Zubir jelaskan fenomena tabu warga Hongkong yang dianggap tidak ramah hanyalah mitos belaka. Inilah sebabnya ibu 2 anak itu meminta turis Indonesia tidak mudah tersinggung alias baper.
Nirina Zubir adalah anak Diplomat Indonesia, Prof. Zubir Amin yang pernah melanglang buana ke berbagai negara, termasuk pernah bekerja di KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesi) Hongkong selama 5 tahun dan 4 tahun di Beijing China.
Hasilnya Nirina sudah cukup menguasai wilayah Hongkong dan karakter masyarakat kota metropolitan itu, termasuk cara mereka berbicara dengan sesama penduduk maupun turis sekalipun.
"Di Hongkong itu sebenernya kita nggak usah baper, orang kantor itu atau orang Hongkong Memang kalau berbicara suaranya keras, seakan-akan kalau kita nggak ngerti kayak kita dimarahin, padahal nggak emang cara ngomongnya begitu," ujar Nirina dalam acara Gathering Hongkong Tourism Board di Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2023).
Sehingga perempuan berusia 43 tahun itu meminta masyarakat Indonesia jangan kaget jika melihat ekspresi warga Hongkong yang cenderung datar tanpa emosi. Bahkan tidak heran jika bertanya dengan cepat dan nada yang keras, bahkan to the point tanpa basa basi.
"Jadi dan mukanya lempeng banget, jadi kayak what you wont? How many? Oke! Jangan berharap bahwa semua kayak orang Indonesia, mau pesan berapa? Baik siapkan! Itu nggak ada," tandas Nirina Zubir.
Pemain film Keluarga Cemara itu juga berpesan saat pertama kali mengunjungi Hongkong, harus berani mengutarakan apa yang diinginkan dan diharapkan, maka akan lebih mudah mendapatkannya.
"Nggak ada yang tabu, dan jangan pernah sungkan untuk nanya sih," jelas Nirina.
Nirina Zubir mengatakan situasi Hongkong saat ini dan dulu sangatlah berbeda, dari mulai bahasa yang digunakan hingga transportasi publik yang lebih aman dan nyaman. Termasuk belakangan, Hongkong nlebih ramah muslim karena semakin banyak restoran halal hingga tempat ibadah umum.
Baca Juga: Heboh Bea Cukai Indonesia Palak Turis Taiwan, Begini Pengakuan Korban: Dimintai Uang Tips
"Pokoknya kalau mereka itu apalagi sekarang bahasa Inggris udah enak banget. Jadi sangat simpel dan mudah, Hongkong itu destinasi dekat yang experience luar biasa dari yang kita miliki," tutup Nirina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
-
Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!
-
Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri