Suara.com - Beredar di media sosial video yang memperlihatkan seseorang diduga pengemis tengah menghitung uang hasil belas kasihan dari orang lain. Video itu jadi perhatian lantaran uang yang dihitung jumlahnya diperkirakan banyak lantaran sampai penuh satu ember.
Dalam video terlihat orang tersebut sedang menghitung gepokan uang Rp 5 ribu dan Rp 20 Ribu yang telah disusun berdasarkan nominalnya. Sedangkan di dalam ember masih banyak uang yang belum dirapikan.
Video diambil dari belakang orang tersebut sehingga tidak tampak jelas berapa jumlah uang tersebut.
Dari belakang kamera sayup terdengar suara pria saat menyaksikan aktivitas orang yang diduga pengemis itu.
"Wih lebih banyak dari uang kita," ucapnya, dikutip dari cuplikan video yang diunggah akun Instagram Jakarta.feeds, Kamis (27/4/2023).
Tak diketahui dengan jelas waktu dan fempat video tersebut di ambil. Namun, dari suasana yang sejenak diperlihatkan dalam video itu, nampak seperti di area pusat perbelanjaan.
Video itu pun telah ditonton sampai lebih dari 112 ribu dan mendapat komentar sampai 542 kali. Kebanyakan netizen yang berkomentar justru membandingkan penghasilan dengan karyawan yang digaji UMR.
Menurut mereka, penghasilan pengemis bisa jadi lebih besar daripada karyawan yang digaji senilai UMR.
Ada pula yang saling mengingatkan agar lebih selektif bila ingin bersedekah di jalanan, agar tak salah sasaran saat akan memberi.
Baca Juga: CEK FAKTA: Menkeu Kaget, Menko Polhukam Tekuk 5 Anggota DPR Terlibat Pencucian Uang Rp 349 Triliun
"Mau kasian tp lebih kasian sama diri sendiri," komentar @carmxxx.
"Apakabar gaji di bawah umr, kasih dia uang trus ternyata uangnya lebih banyak wkwkwk," kata @kiflxxx.
"Gak usah ngasih ke pengemis. Mending ngelarisin pedagang kecil aja," saran @kartxxx.
"Mendingan infaq n sodaqoh ke tetangga atau sodara or kenalan yg memang kekurangan, lbh pas rasanya yg membutuhkan," tulis @diaxxxx.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan