Suara.com - Sulit punya anak kerap kali dikaitkan dengan kondisi kesehatan reproduksi perempuan. Padahal kesuksesan kehamilan dipengaruhi dari kualitas sel telur perempuan dan sperma suami.
Kesulitan punya anak yang dialami pasangan suami istri (pasutri) itu bisa dikatakan mandul atau infertilitas bila memenuhi tiga kriteria.
"Definisinya pasangan pasutri alami infertilitas, tidak bisa melahirkan bayi hidup setelah satu tahun menikah padahal sudah hubungan seksual rutin 2-3 kali seminggu dan tanpa alat kontrasepsi," jelas dokter spesialis andrologi dan seksologi Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, M.Biomed, Sp. And saat temu media Rumah Sakit Pondok Indah di Cikini, Jakarta, Kamis (11/5/2023).
Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, lanjut dokter Silvia, penyebab kemandulan disebabkan 40 persen laki-laki dan 40 persen perempuan juga 20 persen lainnya tidak diketahui atau karena faktor genetik.
Pada laki-laki, penyebab kemandulan erat kaitannya dengan kualitas sperma. Dokter Silvia mengatakan, kualitas sperma itu bisa disebabkan karena gangguan hormon sampai gangguan ereksi.
Namun, berbeda dengan perempuan, berbagai gangguan reproduksi itu tidak bergejala. Sehingga, laki-laki tidak menyadari kalau dirinya mengalami kemandulan.
"Gangguan hormon pada laki-laki gak bergejala. Gak kaya perempuan yang kalau siklus haid kacau balau pasti sadar ada yang salah pada tubuhnya. Sedangkan kalau gangguan hormon testosteron pada laki-laki itu yang kena duluan pasti sperma," kata dokter Silvia.
Penyebab kemandulan pada pria kebanyakan akibat gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, memakai narkoba, konsumsi makanan tidak sehat. Juga paparan radiasi, stres berat, hingga konsumsi obat tertentu terutama obat depresi, darah tinggi, dan obat skizofrenia.
"Itu semua juga bisa menurunkan sperma," imbuh dokter Silvia.
Baca Juga: Kabur Usai Tabrak Pasutri di Bekasi hingga Tewas, Ini Alasan Prada MW
Untuk mengatasi hal tersebut, pria bisa melakukan terapi hormon dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Tetapi sebelumnya, dokter biasanya akan menyarankan para suami untuk melakukan tes sperma untuk mengetahui kualitas dan jumlah dari sel tersebut.
"Manfaay tes sperma itu untuk mengetahui jumlah, gerak, dan bentuk dari sperma," ujar dokter Silvia.
Terapi hormon maupun jenis pengobatan lainnya biasanya dilakukan dalam waktu maksimal enam bulan. Bila setelahnya pasutri tidak juga kunjung hamil secara alami, dokter bisa jadi menyarankan pilihan lain, salah satunya bayi tabung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Biar Cerah, Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Blush On Warna Apa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Sunscreen yang Bagus untuk Kulit Berjerawat Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi dengan Zinc Oxide
-
Sepeda Kalcer Federal Masih Produksi? Ini 3 Alternatif Sepeda Retro Klasik Paling Keren
-
Ramalan Shio Besok 16 Februari 2026, Siapa Paling Hoki Jelang Imlek?
-
Foundation Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai dari Rp6 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepeda Lipat yang Diizinkan Masuk Gerbong KRL, Harga Mulai Rp800 Ribuan
-
5 Cushion Wudhu Friendly untuk Makeup Bukber, Praktis dan Natural!
-
Super Air Jet Punya Siapa? Bikin Penumpang Terlantar 5 Jam hingga Tinggalkan Bayi
-
35 Ucapan Imlek 2026 untuk Bos yang Sopan dan Profesional, Siap Di-copas!
-
Apa Doa 1 Ramadan Sesuai Ajaran Rasulullah? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya