Suara.com - Beberapa waktu lalu Elly Sugigi blak-blakan mengaku dirinya pernah pakai susuk selama empat tahun. Wanita yang sudah lima kali berstatus janda ini mengakui alasannya memakai susuk adalah membuat pekerjaannya tetap laris manis.
Meski begitu, kini Elly Sugigi telah melepas susuk tersebut. Ini karena dia menyadari bahwa Islam tidak memperbolehkannya.
"Saya pakai untuk pekerjaan biar laris manis. Pekerjaan saya lancar tapi setelah saya sadar bahwa itu boleh tidak boleh menurut agama Islam, akhirnya saya lepas," ungkap Elly Sugigi, dikutip dari Matamata.com.
Wanita kelahiran 1971 ini juga mengakui rezekinya masih tetap mengalir meski benda itu sudah dicabut dari dirinya.
Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terkait pemasangan susuk? Simak informasi berikut.
Bagaimana Hukum Islam terkait Penggunaan Susuk?
Bukan hanya menunjang penampilan, tujuan seseorang memasang susuk bisa bermacam-macam. Jika Elly Sugigi mengaku menggunakannya untuk menunjang pekerjaan, ada juga yang menggunakannya untuk menunda kehamilan, tubuh lebih kuat, mahabbah, dan hal lainnya.
Susuk sendiri bisa terbuat dari emas maupun bahan lainnya. Siapa yang memasangnya bisa menyesuaikan.
Namun, apa pun tujuan dan bahan pembuatnya, hukum pakai susuk dalam islam adalah haram, bahkan kufur.
Baca Juga: Lima Kali Menikah, Elly Sugigi Blak-blakan Ngaku 4 Tahun Pakai Susuk: Biar Laris Manis
Mengutip dari laman Umma, hukum tersebut mengacu bahwa pemasangan susuk pada seseorang akan melibatkan penyebutan mantra-mantra.
Dengan begitu, dalam Islam susuk akan dianggap sebagai suhur tiwalah yang hukumnya haram karena mengandung kesyirikan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW seperti berikut.
"Sesungguhnya, jimat, jampi, dan ‘tiwalah’ adalah kesyirikan" HR. Ibnu Majah dan Ahmad.
Sementara itu, hukum pakai susuk dalam agama Islam yang dinyatakan sebagai bentuk kufur nikmat juga sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 102 berikut:
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan di masa raja Sulaiman. Sulaiman tidaklah kafir, tetapi setan-setan itulah yang kemudian mengajarkan sihir ke manusia dan apa yang diturunkan pada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Nyatanya keduanya tidak mengajarkan sesuatu pada seseorang sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), oleh karena itu janganlah menjadi kafir’. Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) aya uang (bisa) memisahkan seseorang dengan sihirnya kecuali atas izin Allah. Mereka lalu mempelajari sesuatu yang sangat mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada keduanya. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (pakai sihir) itu, niscaya akan memperoleh keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang kemudian menjual diri dengan sihir, sekiranya mereka tahu."
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Beli Tiket Indomaret Run Pakai BRImo Dapat Diskon Langsung, Ini Caranya
-
Arti Nama Calon Buah Hati Iko Uwais dan Audy Item yang Keguguran di Usia 7 Minggu
-
Alasan Puan Maharani Majukan Sidang Tahunan 2026 ke 14 Agustus
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
-
Jelang Muktamar NU ke-35, Tokoh dan Aktivis Desak PBNU Independen dan Responsif Gender
-
Pemprov DKI: Evaluasi Jalur Bukan Berarti Abaikan Hak Pesepeda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Kripto Berbasis Aset Riil Penuhi Unsur Syariah
-
Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!
-
Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z