Suara.com - Maia Estianty kembali menjadi perbincangan publik setelah videonya sedang karaoke beredar di media sosial. Pasalnya, dalam video karaoke tersebut, Maia Estianty dinilai menyindir masalah pengkhianatan di masa lalunya.
Dalam video yang diunggah akun Tiktok @nadira.ub, memperlihatkan Maia Estianty dan Bunga Citra Lestari alias BCL sedang karaoke lagu “Teman Tapi Mesra”. Namun, hal yang menjadi sorotan adalah dalam lagu tersebut kata “Teman Tapi Mesra” justru digantung “Teman Makan Suami Teman”.
Hal tersebut langsung menjadi sorotan warganet. Beberapa justru merasa kasihan dengan suami Maia Estianty, Irwan Mussry. Pasalnya, Maia Estianty diduga masih sindir Mulan Jameela dan membawa-bawa masa lalunya.
“Gua jadi kasian sama pak Irwan Musry, seharusnya seorang istri menjaga harga diri suaminya,” tulis keterangan dalam video yang diunggah, Jumat (2/6/2023).
Sementara itu, dalam kolom komentar, beberapa warganet menuliskan kalau Maia Estianty telah move on. Namun, ia tidak bisa menghilangkan rasa sakitnya itu. Beberapa juga menuliskan kalau sudah memaafkan bukan berarti bisa melupakan masa lalu.
“Meamaafkan bukan berarti melupakan, sakitnya pasti seumur hidup gak bakalan lupa,” tulis salah seorang warganet.
“Ini lebih ke bukan gak bisa move on tapi sakit hati sama temen itu selalu inget seumur hidup,” sahut warganet lainnya.
Lantas mengapa sebenarnya seseorang sering mengungkit kejadian di masa lalu? Melansir laman Melansir Whattogetmy, berikut beberapa alasan mengapa seseorang kerap mengungkit kejadian di masa lalu.
1. Mereka belum sepenuhnya memaafkan
Baca Juga: Desta Ngaku Rajin Ibadah pada Maia Estianty: Nanti Kita Jamaah ya. . .
Seseorang yang kerap membawa kejadian di masa lalu dapat menjadi tanda kalau dia belum sepenuhnya memaafkan. Biasanya kondisi ini terjadi karena rasa sakit yang terlalu dalam sehingga kerap membuatnya mengungkit kejadian yang telah lama berlalu.
2. Sulit untuk percaya
Saat bertengkar, biasanya seseorang kerap membawa masa lalunya. Hal ini karena ia merasa sulit percaya sebab kejadian yang menimpanya. Oleh sebab itu, ia seringkali membawa masa lalunya.
3. Mereka iri
Rasa iri juga bisa membuat seseorang kerap membahas masa lalunya. Hal ini karena ia tidak merasa senang kehidupan orang tersebut lebih baik darinya. Ia akan menggunakan masa lalu demi menjatuhkan orang tersebut.
4. Mengendalikan orang lain
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?