Suara.com - Dari sekian banyak posisi seks, woman on top jadi gaya berhubungan intim yang paling banyak disukai kaum hawa, kira-kira kenapa ya?
Menurut Cleveland Clinic, hanya 10 persen perempuan di dunia ini yang bisa mencapa orgasme. Hasilnya hubungan intim jadi tidak bergairah, bahkan istri jarang atau bisa jadi tidak pernah terpuaskan saat di atas ranjang bersama pasangannya.
Nah, menariknya posisi seks woman on top jadi salah satu solusi yang bisa dicoba, karena perempuan cenderung menyukainya yang disebut bisa lebih meningkatkan gairah seks.
Berikut ini 4 alasan perempuan suka posisi seks woman on top menurut Seksolog dr. Haekal Anshari melalui konten edukasi di Instagram pribadinya, dikutip suara.com, Selasa (13/6/2023).
1. Mudah Dapat Rangsangan
Dibanding posisi lainnya, saat perempuan di atas lelaki membuatnya lebih maksimal saat mendapat rangsangan. Bahkan perempuan itu sendirilah yang bisa mengatur kedalaman penetrasi Mr. P ke Miss V.
"Posisi ini juga mengoptimalkan stimulasi penis ke titik G-Spot vagina, karena perempuan yang membantu mengarahkan penis ke titik tersebut. Hal ini akan membuat perempuan bisa menikmati penetrasi dan bahkan kenikmatan bisa bertambah bila klitoris ikut terstimulasi," jelas dr. Haekal.
2. Lebih Cepat Orgasme
Posisi seks woman on top bisa meningkatkan peluang perempuan lebih cepat mendapatkan orgasme, meskipun fakta menunjukan lelaki bisa orgasme 3 hingga 5 menit setelah penetrasi. Sedangkan perempuan baru bisa mencapai klimaks 5 hingga 7 menit setelah penetrasi.
Baca Juga: Soal Dinas Malam, Raffi Ahmad Akhirnya Terpuaskan, Mending Setiap Hari atau...
"Keuntungan dari posisi ini akan membuat laki-laki tidak mudah cepat orgasme dan ejakulasi. Bahkan posisi ini dapat menghemat energi laki-laki sehingga laki-laki bisa lebih tahan lama dan mampu melakukan sesi berikutnya," jelas dr. Haekal.
3. Perempuan Tidak Terintimidasi
dr. Haekal mengatakan hubungan seksual ideal harus bisa dinikmati oleh kedua pihak. Tapi sayangnya, saat laki-laki mengambil posisi di atas perempuan atau posisi misionaris, mereka kerap lupa yang hasilnya lelaki hanya fokus untuk menyenangkan diri sendiri, dengan serangan gerakan Mr P bertubi-tubi ke dalam Miss V.
"Hal ini terkadang membuat perempuan tidak nyaman, bahkan terasa nyeri bila posisi tubuh perempuan menjadi tumpuan terutama laki-laki yang bertubuh besar atau gemuk," katanya.
"Nah, dengan posisi woman on top, perempuan tidak hanya dapat menikmati sesi penetrasi namun juga membantu laki-laki lebih rileks agar tidak tergesa- gesa mencapai klimaks," lanjut dr. Haekal.
4. Punya Fantasi Seks
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai
-
5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama