Suara.com - Nama Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett kembali menjadi sorotan usai beredar video syur mirip keduanya di Twitter. Dalam video berdurasi 8 detik itu, sosok mirip Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett ini terlihat sedang melakukan hubungan intim.
Video ini pertama kali diunggah oleh akun Twitter @gossipvira46455. Dalam video tersebut juga terdapat bagian tubuh yang disensor sehingga tidak begitu jelas memperlihatkan sosok kedua pemeran yang disebut mirip Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett.
"Istrikuuusuamikuuuah uh uh gedong eym punya rendoy pantes nanaz begitu mencintainya #masihgakmaungaku? #syahnazselingkuh #syahnazsadiqah," caption akun Twitter yang mengunggah video syur detik tersebut, Selasa (27/6/2023).
Meski demikian, warganet justru menilai kalau video tersebut hanyalah editan menggunakan kecerdasan buatan (AI) deepfake yang menempelkan wajah Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett. Apalagi, warganet menuliskan kalau dalam video tersebut wajah pemeran wanita itu terlihat berubah-ubah.
Tidak hanya itu, menurut warganet, dari gerakan dan ekspresi kedua pemeran tersebut juga terlihat jelas kalau itu hanya editan saja.
“Ini mah keliatan banget editannya, mentang-mentang lagi viral dibuat kayak gini dan disebarkan kacau sih, belum aja ntar diciduk,” tulis salah seorang warganet.
“Kayak muka editan pake AI, hmmm,” komentar warganet lainnya.
“Keliatan banget mukanya seperti ditempel, hoax ini mah,” tulis akun lainnya.
Terkait video editan deepfake sendiri sebenarnya bisa terlihat. Hal ini karena video editan akan terlihat dengan jelas dari ekspresi, gerak, tubuh, dan lain-lain. Berikut terdapat beberapa cara mengetahui video editan deepfake mengutip Q5id.
Baca Juga: Jeje Permalukan Syahnaz, Tolak Uluran Tangan Adik Raffi Ahmad Saat Suapi Cokelat
1. Gerakan mata yang aneh
Pada video editan deepfaket, bisa terlihat gerakan mata yang aneh. Biasanya, orang dalam video tersebut kedipannya menjadi tidak alami. Bahkan, saat berbicara atau melakukan hal lain, gerakan matanya juga terlihat tidak akurat.
2. Warna dan pencahayaan tidak sesuai
Warna kulit pada pelaku dalam video editan deepfake akan terasa aneh. Biasanya, warna kulit dengan situasi tidak cocok dan terlihat berbeda. Jika warna dan pencahayaannya itu berbeda, menandakan kalau video tersebut adalah editan.
3. Kualitas audio
Video editan deepfake biasanya tidak menunjukkan audio jelas. Bahkan, suara yang keluar dengan ucapan yang dikatakan terlihat berbeda.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Hotman Paris dan Jeje Govinda Temukan Bukti Baru Hasil Tes DNA si Kembar
-
Tega Duakan Jeje Govinda karena Selingkuh dengan Rendy Kjaernett, Syahnaz: Prinsip Hidup Aku Cari yang Terbaik
-
Social Reaction Warga atas Skandal Perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett: Kepalanya Lempari Batu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan